Menteri PPPA Arifah Minta Maaf Soal Pernyataan Gerbong Khusus Perempuan

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id |Bogor– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat setelah pernyataannya terkait insiden kecelakaan kereta api menuai kritik luas.

Polemik ini bermula dari pernyataan Arifah yang mengusulkan agar gerbong khusus perempuan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadinya kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo di wilayah Bekasi Timur, yang mengakibatkan kerusakan pada salah satu gerbong, termasuk gerbong khusus perempuan yang berada di posisi depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan awalnya, Arifah menyoroti aspek keselamatan penumpang perempuan, terutama setelah melihat dampak kecelakaan yang membuat gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga:  Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan

Namun, alih-alih mendapat dukungan penuh, usulan tersebut justru memicu beragam respons dari publik.

Sebagian masyarakat menilai pernyataan tersebut kurang sensitif karena terkesan memprioritaskan satu kelompok penumpang, sementara aspek keselamatan seharusnya berlaku untuk seluruh pengguna transportasi tanpa pengecualian.

Kritik pun mengalir di berbagai platform media sosial, memicu diskusi panjang mengenai kebijakan transportasi publik yang inklusif dan adil.

Menyadari bahwa pernyataannya menimbulkan polemik, Arifah Fauzi kemudian menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya serta akun resmi kementerian.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Evaluasi Karaoke Alun-alun, Jam Operasional Bakal Dibatasi

“Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengesampingkan keselamatan penumpang lain dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan lanjutannya, Arifah juga mengakui bahwa ucapannya berpotensi menyinggung berbagai pihak, termasuk penumpang laki-laki.

Hal ini karena konteks yang disampaikan dinilai bisa menimbulkan persepsi adanya perbedaan prioritas keselamatan.

“Khususnya para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Bogor Apresiasi Warga Bojonggede, Konsisten Jaga Warisan Budaya

Permintaan maaf ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta di Bekasi Timur menjadi perhatian nasional.

Dalam kejadian tersebut, gerbong khusus perempuan yang ditempatkan di bagian depan rangkaian mengalami kerusakan signifikan, sehingga memicu diskusi mengenai tata letak gerbong sebagai bagian dari sistem keselamatan.

Namun, para ahli transportasi menilai bahwa faktor keselamatan kereta tidak hanya ditentukan oleh posisi gerbong, melainkan juga sistem operasional, infrastruktur rel, serta standar keamanan keseluruhan.[]

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB