Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Bisyral

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 19:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Arah kebijakan penanganan persampahan Kota Bogor dari hulu hingga hilir semakin jelas dengan penguatan ekosistem pengelolaan sampah yang dibangun secara berkelanjutan.

Di sektor hilir, sampah Kota Bogor nantinya akan diolah melalui Waste to Energy Plant atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.

Untuk memperkuat ekosistem penanganan persampahan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga terus mendorong pengelolaan sampah di sektor hulu dengan membangun kebiasaan masyarakat dalam mengolah dan memilah sampah dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyediaan Waste Station Rekosistem yang berlokasi di Balai Kota Bogor, Minggu (27/9/2026).

Fasilitas ini menjadi tempat penukaran sampah yang memiliki nilai ekonomi dalam bentuk reward berupa uang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, keberadaan Waste Station tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

Baca Juga:  Nikah Massal 50 Pengantin dan Silaturahmi Amil Se-Kabupaten Bogor

“Jadi memang ini harus kita upayakan juga melalui pembangunan manusianya. Sehingga permasalahan persampahan bisa diselesaikan untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujar Dedie Rachim.

Keberadaan Waste Station Rekosistem merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Bogor, Rekosistem, Yayasan Materia, Ford Foundation, Parongpong RAWHAUS, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Dedie Rachim, berbagai langkah dalam membangun ekosistem penanganan persampahan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan menjaga bumi Indonesia untuk generasi mendatang.

“Mudah-mudahan melalui Waste Station Rekosistem ini terus digelorakan untuk menjadikan Indonesia hijau dan ASRI. Kesadaran mengelola sampah dari hulu ke hilir juga terus diberikan porsi yang cukup besar untuk menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Dengan adanya PSEL di sektor hilir, masyarakat tetap memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Kebiasaan memilah sampah diharapkan tumbuh secara bertahap, sehingga menjadi budaya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Ikut Jalan Santai Polresta Bogor, Bahas Isu Strategis Sambil Olahraga

CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Christian Layman mengatakan, keberadaan Waste Station ini merupakan tindak lanjut dari kepedulian Wali Kota Bogor dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai langkah yang telah dilakukan.

“Harapannya ini bisa mendukung Wali Kota Bogor dan Pemkot Bogor untuk membangun budaya masyarakat memilah sampah dari sumbernya. Karena yang terpenting bukan hanya infrastruktur, tetapi bagaimana masyarakat bisa ikut terlibat untuk mengelola sampahnya dengan baik,” kata Ernest.

Melalui Waste Station tersebut, pihaknya mengajak masyarakat tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mendapatkan apresiasi melalui sistem poin.

Setiap sampah yang disetorkan masyarakat akan memiliki nilai reward point yang dapat dikonversi menjadi saldo dan dimasukkan ke dalam dompet digital maupun rekening bank.

Baca Juga:  Kerja Cerdas atau Kerja Keras?

“Setiap jenis sampah memiliki nilai poin yang menjadi reward bagi masyarakat. Jenis sampahnya mulai dari plastik, botol plastik, sachet, hingga bungkus kemasan low value yang selama ini dianggap tidak bernilai. Seperti bungkus mi instan atau sachet deterjen juga memiliki nilai. Sampah elektronik, minyak jelantah, kardus, kertas, logam, hingga botol kaca juga bisa disetorkan,” jelas Ernest.

Nilai reward yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp100 hingga Rp6.000 per kilogram, tergantung jenis sampah yang disetorkan.

Ke depan, apabila antusiasme masyarakat meningkat dan kebiasaan memilah sampah semakin konsisten, nilai poin tersebut akan terus dikembangkan.

Dengan demikian, ekosistem persampahan dari hulu hingga hilir dapat terbangun sekaligus memberikan dampak terhadap ekonomi sirkular masyarakat.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru Ke Kota Bogor

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB