Binanews.id | Subang — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui program penanaman 4.000 pohon produktif di lahan seluas 18 hektare di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan ini digelar secara seremonial pada 24 April 2026 di Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.
Program penanaman tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Yugma Foundation dengan para petani hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Sejati. Seluruh pendanaan program didukung penuh oleh PT KAI sebagai penyandang dana utama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko PT KAI, Wilman Sidjabat. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan keterlibatan insan KAI dalam kegiatan keberlanjutan.
“Program ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Founder Yugma Foundation sekaligus inisiator Kampung Aren Indonesia di Subang, Suherlan MS, menjelaskan bahwa total 4.000 bibit yang ditanam terdiri dari 2.600 pohon aren, 700 pohon durian, dan 700 pohon alpukat.
Menurutnya, pemilihan komoditas tersebut dilakukan karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Untuk menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas program, Yugma Foundation juga mengembangkan sistem pelacakan vegetasi digital melalui aplikasi bernama Aren Tag. Melalui aplikasi ini, setiap pohon yang ditanam memiliki identitas digital sehingga pertumbuhan dan perawatannya dapat dipantau secara berkala.
Kawasan penanaman tersebut juga diproyeksikan menjadi Laboratorium Pengembangan Agroforestri Berbasis Pohon Aren. Proyek ini dirancang sebagai pusat pengembangan vegetasi berkelanjutan yang memberi manfaat ekologis dan edukatif dalam jangka panjang.
Program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Subang yang menargetkan wilayah tersebut menjadi sentra aren di Jawa Barat. Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi.
Dalam pelaksanaannya, Yugma Foundation turut diperkuat oleh tim praktisi dan tenaga ahli serta kemitraan ilmiah dengan sejumlah institusi akademik, di antaranya IPB University dan SEAMEO BIOTROP.
Sementara itu, manajemen KAI menyebut pemilihan Subang dilakukan karena aksesibilitas kawasan yang memudahkan proses monitoring vegetasi secara berkala dari pusat operasional perusahaan.
Program penghijauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang berjalan seiring dengan transformasi KAI menuju ekosistem transportasi massal yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sepanjang periode 2021 hingga 2025, KAI tercatat telah menanam sebanyak 108.008 pohon di berbagai wilayah operasional di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara korporasi, komunitas petani, akademisi, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis kelestarian lingkungan. (Ted)









