GIHES 2026, Ketua MPR Ajak Mencerdaskan Bangsa Melalui Pendidikan Holistik

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 06:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta–Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani secara resmi membuka Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi peradaban yang menentukan keberlanjutan cita-cita kemerdekaan dan masa depan bangsa.

“Pendidikan adalah investasi, jika 100 tahun Gontor bisa jadi modern, lalu apa 100 tahun berikutnya,” kata Muzani di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (5/9/2026) pada acara yang diselenggaran menyambut 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. GIHES berlangsung 5-6 September 2026.

Muzani mengatakan, pesantren Gontor telah banyak melahirkan tokoh bangsa. Mereka antara lain; KH Idham Chalid Ketua MPR pertama yang juga Ketua Umum PBNU, Prof Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiyah yang juga Ketua Umum MUI, KH Hasyim Muzadi Ketua Umum PBNU, menteri agama dan menteri yang lain serta tokoh di berbagai bidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendidikan adalah jalan untuk memastikan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa dapat diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Muzani seraya menyebut, salah satu tujuan utama berdirinya negara adalah memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Oleh karena itu, menurut Muzani, makna mencerdaskan kehidupan bangsa harus dipahami secara lebih luas dan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program pendidikan semata.

Baca Juga:  Potongan Ojol Turun Jadi 8% , Driver Bogor: Orderan Malah Menurun

“Salah satu tujuan kita bernegara adalah memajukan, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata mencerdaskan seperti yang kita pahami bersama dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, itu bukan sekadar proyek terhadap pendidikan dalam kehidupan kita berbangsa,” kata Muzani.

Lebih lanjut, Muzani menuturkan, semangat mencerdaskan kehidupan bangsa juga dapat diwujudkan melalui pengembangan pendidikan holistik. Ia berpandangan, pendidikan tidak hanya harus berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab.

Lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dinilai Muzani memiliki peran yang sangat strategis dalam proses tersebut. “Pendidikan pesantren telah mewariskan kepada kita bagaimana peradaban dibentuk dari awal,” ucapnya.

Muzani melanjutkan, permasalahan yang harus dihadapi saat ini adalah kemajuan teknologi yang sering kali menjadi jalan pintas yang justru mengikis proses belajar. “Kemajuan teknologi bisa menjadi kekuatan kita. Pada sisi lain, kemajuan teknologi misalnya AI, menjadi tantangan dan itu sering menjadi jalan pintas bagi proses pendidikan. Kita harus manfaatkan bagian kemajuan itu agar dapat memperkuat proses pendidikan kita,” tandasnya

Model Pendidikan Holistik Hanya Ditemukan di Dunia Melayu

Sementara Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Prof Hamid Fahmy Zarkasyi menyatakan sistem pendidikan pesantren yang telah berakar berabad-abad di Nusantara merupakan jawaban atas krisis pendidikan holistik yang selama ini masih menjadi permasalahan di Indonesia dan dunia.

Baca Juga:  Pimpinan Pondok Gontor: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Menurut Prof Hamid, sejarah sekularisasi di Barat sejak era Renaissance telah memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai-nilai agama. Pendekatan Barat yang terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif demi pertumbuhan industri terbukti melahirkan krisis akhlak dan soft skill (keterampilan non-teknis) pada peserta didik.

“Banyak tokoh Barat seperti Pestalozzi, Fröbel, hingga John Dewey mencoba mengintegrasikan kepala, tangan, dan hati (head, heart, and hand). Namun, model pendidikan mereka gagal mengimbangi dominasi aspek kognitif. Sebaliknya, pesantren justru telah mempraktikkan konsep pendidikan kehidupan ini secara berkelanjutan (sustainable) selama ratusan tahun,” jelasnya.

Prof Hamid menegaskan bahwa sistem holistik tidak hanya terletak pada teori di kelas, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan pesantren secara langsung. Ia juga menekankan bahwa keunggulan mutlak sistem pendidikan pesantren terletak pada kemampuannya menyatukan kurikulum formal, nonformal, dan informal secara terpadu dalam ekosistem asrama 24 jam.

“Model pendidikan holistik yang menyatukan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam satu lingkungan ini tergolong unik di tingkat global karena hanya ditemukan di dunia Melayu (Nusantara) dan tidak dijumpai di negara-negara lain seperti Arab, India, maupun Pakistan,” ujarnya.

Baca Juga:  Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Melihat keberhasilan pesantren yang mandiri dan bertahan lebih dari satu abad tanpa bergantung pada bantuan asing, Hamid mendorong agar sistem pendidikan pesantren diakui secara nasional sebagai sistem pendidikan asli Indonesia.

“Sistem pendidikan di pesantren benar-benar holistik dan dapat kita tawarkan kepada dunia internasional sebagai alternatif pendidikan manusia seutuhnya, demi menciptakan perdamaian global. Ini adalah hadiah Indonesia untuk dunia,” tuturnya.

Ketua Panitia GIHES 2026 Anang Rikza Masyhadi, menyampaikan bahwa model pendidikan holistik secara konsisten telah dipraktikkan dalam tradisi pesantren Indonesia.

“Pendidikan holistik ini menjadi isu yang sangat penting di Barat, tetapi riset dari Harvard menunjukkan belum ada sekolah yang benar-benar berhasil di sana. Sementara itu, kita di pesantren justru menjalankannya setiap hari selama 24 jam,” kata Anang.

Pelaksanaan forum internasional ini melibatkan sekitar 300 peserta undangan dari dalam maupun luar negeri. Perwakilan institusi pendidikan yang hadir di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Malaysia, Turki, Jepang, dan Mesir. Hadir pula Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid dan Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).[]

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB