Inilah Lima Tuntunan Demo BEM UI di Bundaran HI

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aksi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 1.500 mahasiswa diperkirakan akan turut ambil bagian dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa aksi akan memusatkan kegiatan di kawasan Bundaran HI yang selama ini kerap menjadi lokasi penyampaian aspirasi publik.

Para mahasiswa menyebut demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat.

Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah perlu dievaluasi agar tidak semakin membebani kondisi ekonomi rakyat.

Baca Juga:  Istighosah Kelas IX dalam Rangka Menghadapi Ujian Madrasah

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang akan disuarakan kepada pemerintah.

1. Stop Pemborosan APBN

Mahasiswa menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai belum sepenuhnya efektif dan tepat sasaran.

Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang dianggap menghabiskan anggaran besar namun belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut mahasiswa, efisiensi penggunaan anggaran negara harus menjadi prioritas agar dana publik dapat digunakan untuk program-program yang lebih mendesak dan bermanfaat.

2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

Isu kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi tersebut.

Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax yang mengalami penyesuaian harga pada 10 Juni 2026, berpotensi memicu kenaikan biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Gelar Program PEKA

Kondisi tersebut dinilai dapat semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

3. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam daftar tuntutan mahasiswa.

Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut karena dianggap membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Menurut mahasiswa, pemerintah perlu memastikan setiap program yang dijalankan memiliki efektivitas tinggi serta memberikan manfaat yang sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

4. Evaluasi Pembangunan Koperasi Merah Putih

Selain MBG, pembangunan Koperasi Merah Putih turut menjadi sorotan.

Mahasiswa menilai program tersebut perlu dikaji ulang dari sisi manfaat, efektivitas pelaksanaan, serta penggunaan anggarannya.

Baca Juga:  Pindah Domisili KTP Bisa Tanpa Surat Pengantar, Begini Caranya

Mereka meminta pemerintah membuka ruang evaluasi yang lebih transparan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata.

5. Menuntut Presiden Prabowo Mengakui Kesalahan dan Melakukan Evaluasi Kebijakan

Tuntutan terakhir yang akan disampaikan mahasiswa berkaitan dengan pertanggungjawaban pemerintah terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat kebijakan yang telah diterapkan.

Mahasiswa meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik publik serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan mendapat pengawalan dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.

Masyarakat yang akan melintasi kawasan Bundaran HI dan sejumlah ruas jalan di Jakarta Pusat diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung dengan memilih jalur alternatif atau menggunakan transportasi umum.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB