100 Tahun Gontor, Kiai Hasan: Wayang Kulit Bukan Hanya Hiburan Tapi Pendidikan

Tim Redaksi

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Ponorogo–Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor menampilkan pagelaran wayang kulit. Bagi Gontor, kesenian tradisional tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan yang sarat akan pesan moral dan nilai kehidupan.

Pagelaran wayang kulit digelar di Lapangan Hijau Gontor pada Sabtu (6/6/2026) malam. Ribuan santri dan masyarakat memadati arena untuk menyaksikan pertunjukan yang menghadirkan dalang asal Surakarta, Ki Bayu Aji.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan kecintaannya terhadap wayang telah tumbuh sejak kecil. Menurutnya, dunia pewayangan menyimpan banyak gambaran tentang watak manusia dan perjalanan hidup yang relevan untuk dipelajari hingga saat ini.

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Keseimbangan Mental di Era Digital

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak kecil saya memang senang menonton wayang. Di dalam pewayangan itu banyak menggambarkan watak manusia dan perjalanan kehidupan yang bisa menjadi pelajaran,” kata Kiai Hasan.

Ia menjelaskan, alasan Gontor rutin menghadirkan wayang kulit dalam berbagai momentum penting tidak terlepas dari nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Karena itu, pagelaran wayang hampir selalu menjadi bagian dari perayaan besar di lingkungan pondok.

“Setiap ada peringatan atau perayaan besar, Gontor mengundang wayang kulit. Sebab wayang bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik,” ujarnya.

Baca Juga:  Sidang Tesis MKPI UIKA Bogor: Syamsul Teliti Peran Komunikasi Persuasif Terhadap Prestasi Akademik

Menurut Hasan, cerita dan simbol yang disampaikan dalam pertunjukan wayang dapat membantu santri memahami kehidupan sosial, termasuk pentingnya membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

“Santri harus bisa bergaul dengan siapa saja. Kadang pelajaran itu tidak hanya disampaikan lewat bahasa, tetapi juga lewat gerak, simbol, dan cerita yang ada dalam pertunjukan wayang,” tambahnya.

Pagelaran tersebut menjadi salah satu agenda budaya dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor. Lakon Parikesit Dadi Ratu dipilih sebagai media penyampaian nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kebijaksanaan kepada generasi muda.

Baca Juga:  Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Kapolri Pilihan Prabowo

Sementara itu, Pimpinan PMDG KH M Akrim Mariyat menilai esensi utama pewayangan tidak terletak pada sosok dalang maupun perangkat pertunjukannya, melainkan pada pesan yang disampaikan kepada penonton.

“Yang paling penting dalam perwayangan adalah syiar dan nilai yang terkandung di dalamnya. Itulah yang menjadi pelajaran bagi masyarakat,” ujar Kiai Akrim.

Lebih dari 4.000 penonton disebut menghadiri pagelaran yang berlangsung hingga menjelang pagi tersebut. Selain menjadi hiburan rakyat, pertunjukan wayang kulit itu juga menjadi sarana dakwah dan penguatan nilai-nilai karakter dalam momentum peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.[]

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB