Binanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menghadiri special screening film Children of Heaven garapan sutradara Hanung Bramantyo di Studio 2 Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran kementerian, keluarga besar Muhammadiyah, Aisyiyah, serta berbagai organisasi otonom Muhammadiyah.
Film yang diadaptasi dari karya sutradara Iran Majid Majidi tersebut mengangkat kisah sederhana namun menyentuh tentang kakak beradik yang kehilangan sepatu di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Cerita dalam film dinilai dekat dengan realitas kehidupan masyarakat dan sarat pesan moral mengenai keluarga, perjuangan hidup, serta nilai empati sosial.
Tokoh dan pengamat politik Universitas Indonesia, Chusnul Mariyah, yang turut hadir dalam pemutaran film tersebut memberikan apresiasi terhadap karya adaptasi Hanung Bramantyo.
“Film ini sangat menyentuh dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Keren,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa film tersebut memiliki tiga nilai utama, yakni edukatif, inspiratif, dan reflektif. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Surat Al Maun yang menjadi fondasi gerakan dakwah sosial KH Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah.
“Saya melihat film ini menghibur sekaligus mendidik. Ini yang kita butuhkan untuk membentuk karakter anak bangsa,” kata Abdul Mu’ti.
Film Children of Heaven versi Hanung Bramantyo dijadwalkan tayang serentak mulai 27 Mei 2026. Melalui momentum tersebut, Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah juga mengajak masyarakat menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) sebagai bagian dari dakwah kultural melalui seni dan perfilman.
Koordinator nobar dan pengumpulan tiket, Aisyah Ulfa, menyampaikan bahwa sejumlah komunitas dan lembaga dari berbagai daerah telah menyatakan minat untuk mengadakan pemutaran bersama dengan sistem pemesanan studio.
“Silakan masyarakat, komunitas, maupun lembaga yang ingin mengadakan nobar untuk berkoordinasi dengan LSB PP Muhammadiyah ataupun melalui PWM dan PDM di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua LSB PP Muhammadiyah, Edy Sukardi, menilai masyarakat saat ini membutuhkan lebih banyak tontonan yang sehat, mendidik, dan membangun karakter.
“Saatnya film edukatif dengan pembentukan karakter yang baik menjadi film terdepan yang disukai masyarakat,” ungkap Edy.
Film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan keluarga, tetapi juga mampu menghadirkan ruang refleksi sosial dan pendidikan karakter bagi anak-anak maupun masyarakat luas.









