Berhati-hati dengan Cinta

Nurodin (Dosen Universitas Islam Bogor)

Irwan Maulana

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Dunia ini begitu menggiurkan dengan segala isinya, kadang membuat kita sebagai hamba merajut cinta yang lain yang mampu memalingkan segalanya. Berhati-hatilah dalam mencintai! Dunia ini penuh tipu daya yang memabukan dan membuat kehilangan arah. Ada candu yang lebih mematikan yaitu mencintai sesuatu melewati batas kecintaan pada Allah Swt. Kecintaan yang menuhankan cinta menjadi pembunuh batin yang luar biasa, meniadakan kedudukan Allah Swt dalam hati (qold) manusia.

Kecintaan pada mahkluk, benda, dan sejenisnya secara berlebihan akan menghilangkan orientasi tauhid, tetunya sebagai seorang muslim perlu mengkontrol agar tidak lupa diri. Keseimbangan akal dan hati (qolb) menjadi hal utama dalam mengendalikan diri sehingga mempunyai batas (rambu). Hal yang paling menarik adalah apabila kita mencintai sesuatu dengan berlebihan (Al-Ghuluw/الغلو) Allah akan menguji hambanya dengan kesenangan dan kecintaannya tersebut. Jadi berhati-hatilah apabila kita berada pada kondisi tersebut dan segera kepada Allah Swt.

Baca Juga:  Simbolis Hardiknas, Polemik di Dunia Pendidikan masih terjadi dimana-mana?

Seorang muslim perlu menjaga kesehtan mental dalam menjalani kehidupannya dengan bersikap adil pada hati (qolb). Memberikan ruang dan porsi terbaik, yaitu memporsikan hati sebagai mana peruntukannya dan akal sebagaimana fungsinya. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah [2] 165:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ۙوَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ

Baca Juga:  Rutin Konsumsi Buah dan Sayur, Ini 3 Manfaat Besar yang Jarang Disadari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal).”

Kecintaan pada mahluk dan sejenisnya membuat manusia mudah terikat dan bergantung, hingga hatinya condong pada yang fana dan melupakan Yang Maha Kekal. Ia bisa menjadi lalai, menaruh harap berlebihan pada sesuatu yang terbatas, dan kecewa saat apa yang dicintainya tidak mampu memenuhi harapannya. Ketika cinta kepada makhluk diletakkan di bawah cinta kepada Allah, maka cinta itu menjadi lebih sehat, tidak berlebihan, tidak membutakan, dan justru menguatkan keimanan.

Baca Juga:  Homeless Media, Wadah Informasi Cepat Generasi Z dan Milenial

Kadang kita berbuat sesuatu yang tidak adil pada diri kita sendiri, membawa batin kita memyelesaikan hal-hal yang bersifat fisik yang sebetulnya hal tersebut bisa diselesaikan dengan hanya melibatkan fisik saja, sehingga batin kita letih karena sering terlibat dalam permasalahan yang semestinya tidak perlu melibatkan batin (qolb) atau sebaliknya menekan batin untuk menyelesaikan masalah yang berujung pada kekecewaan, kesedihan, kemarahan, dan menghilangkan fungsi akal.[]

Berita Terkait

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor
Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan
Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji
Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?
Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri
Pesantren Menggugat Keadilan: Saat Pengakuan Negara Belum Berbuah Kesetaraan
18.540 Siswa SD Kabupaten Bogor, Modal Indonesia Emas atau Bom Waktu?
Menjaga Pesantren, Menegakkan Keadilan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Demi Mengulang Kenangan lama, Hadir di Reuni Akbar 100 Tahun Gontor

Jumat, 25 September 2026 - 11:14 WIB

Pesantren dan Empat Penjaga Kehidupan

Kamis, 24 September 2026 - 10:27 WIB

Tongkat dan Ramuan Sakti yang Belum Teruji

Rabu, 23 September 2026 - 09:28 WIB

Ke Gontor, Apa yang akan Kau Beri?

Rabu, 23 September 2026 - 09:24 WIB

Gontor, Kiai dan Adab Seorang Santri

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB