Binanews.id | Bogor — Institut Agama Islam Sahid (INAIS) menyelenggarakan Pelatihan Halal dan Produk Olahan Susu pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara INAIS dan Halal Science Center, LRI-PGKH, IPB University. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah Bogor Barat serta mahasiswa INAIS.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya INAIS untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam penerapan prinsip halal, pengembangan produk pangan, dan peningkatan nilai tambah usaha. Melalui kegiatan ini, INAIS juga berupaya mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan dunia usaha dan tantangan pengembangan industri pangan.
Hadir sebagai pembicara pertama, Prof. Dr. Feri Kusnandar, Kepala Halal Science Center IPB University, yang menyampaikan materi mengenai aspek kehalalan produk dan pentingnya penerapan prinsip halal dalam pengolahan pangan. Pemahaman mengenai kehalalan menjadi aspek penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk yang memenuhi persyaratan halal, aman, dan berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembicara kedua, Maulita Putri Darmawati, S.Pt., M.Si., Direktur PT Bogor Sari Nutrisi, membawakan materi mengenai produk olahan susu. Materi ini memberikan wawasan mengenai potensi pengolahan susu menjadi berbagai produk bernilai tambah, sekaligus membuka perspektif bagi pelaku UMKM mengenai peluang inovasi dan pengembangan usaha berbasis pangan.
Dalam sambutannya, Rektor INAIS, Prof. Dr. Farah Fahma, S.TP., MT., menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga kajian, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan manfaat yang nyata.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pelatihan halal dan produk olahan susu ini, kami ingin mendorong tumbuhnya pemahaman, keterampilan, dan semangat kewirausahaan, khususnya dalam mengembangkan produk pangan yang halal, berkualitas, dan memiliki nilai tambah ekonomi.”
Rektor INAIS juga menekankan bahwa keterlibatan UMKM Bogor Barat dan mahasiswa dalam kegiatan ini memiliki arti penting. Bagi pelaku UMKM, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai produk halal dan membuka peluang inovasi usaha. Sementara itu, bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi industri serta memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia usaha.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan praktik di lapangan. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sementara UMKM membutuhkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya. Melalui kolaborasi, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Agenda penting lainnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara INAIS dan Halal Science Center, LRI-PGKH, IPB University. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan untuk mengembangkan berbagai program bersama di bidang pendidikan, pelatihan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait produk halal dan pengolahan pangan.
Melalui kegiatan ini, INAIS menegaskan komitmennya untuk memperluas kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, lembaga profesional, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas UMKM di Bogor Barat agar mampu menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata INAIS dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem produk halal di Indonesia.








