Binanews.id | Bogor– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Bogor (UIB), menggelar kuliah umum Public Relations bertajuk “Jadi Humas Pemerintah, Siapa Takut?” pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Universitas Islam Bogor ini menghadirkan Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Agama Republik Indonesia, Sri Hendriani, S.Si., M.M., sebagai narasumber utama.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMMPro KPI) tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia kehumasan pemerintahan, kompetensi yang dibutuhkan seorang praktisi humas, serta peluang karier di bidang komunikasi publik.
Dalam pemaparannya, Sri Hendriani menjelaskan bahwa peran Government Public Relations (GPR) mengalami perkembangan seiring dengan perubahan pola komunikasi masyarakat di era digital. Menurutnya, humas pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada dokumentasi kegiatan, penyusunan siaran pers, maupun publikasi di media sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peran strategis humas pemerintah terletak pada kemampuannya merancang strategi komunikasi publik, mengelola isu, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan publik tersampaikan secara akurat, transparan, dan mudah dipahami,” ujar Sri Hendriani dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan humas pemerintah dalam menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakteristik dan tingkat literasi masyarakat. Informasi publik, menurutnya, harus disampaikan melalui pendekatan dan saluran komunikasi yang tepat agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang memiliki keterbatasan akses digital.
Selain kemampuan menyusun pesan, praktisi humas dituntut menguasai beragam keterampilan untuk menghadapi dinamika komunikasi modern. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan menulis untuk berbagai kebutuhan (multitasking writing), berbicara di depan umum (public speaking), mengelola media sosial, memproduksi konten audio-visual melalui fotografi dan videografi, serta menjalankan komunikasi strategis dan negosiasi.
Materi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa profesi humas membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis, kemampuan analisis, kreativitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, praktisi humas juga dituntut mampu mengelola isu secara tepat serta menjaga keakuratan informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Bogor, Akhmad Saoqillah, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran praktisi berpengalaman dalam kegiatan akademik menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia kerja.
“Melalui kuliah umum ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa bahwa Public Relations di lembaga pemerintah bukan sekadar pekerjaan administratif atau publikasi biasa, melainkan garda terdepan dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Kami berharap mahasiswa KPI siap mengambil peran tersebut secara profesional dan adaptif di masa depan,” ungkap Akhmad Saoqillah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori kehumasan yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik komunikasi publik di lapangan. Pengalaman dan wawasan yang disampaikan narasumber juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan profesi komunikasi di era digital.
Kuliah umum ini sekaligus menegaskan pentingnya penguasaan komunikasi strategis bagi calon praktisi komunikasi dan penyiaran Islam. Dengan memahami peran dan tanggung jawab humas pemerintah, mahasiswa diharapkan dapat melihat bidang Public Relations sebagai salah satu peluang karier yang menjanjikan sekaligus memiliki kontribusi nyata dalam membangun komunikasi yang transparan, efektif, dan terpercaya antara pemerintah dan masyarakat. [Rahmah]
Penulis : Siti Nur Rahmah








