Halal Telah Menjadi Tren Gaya Hidup Global, Indonesia Belum Maksimal Manfaatkan Peluang

Tim Redaksi

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta — Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Mohamad Bawazeer mengatakan, halal kini telah berkembang melampaui isu keagamaan dan menjadi bagian dari gaya hidup global.

Meski demikian, Indonesia disebut belum sepenuhnya memanfaatkan tren tersebut untuk memperkuat posisi ekonominya di pasar internasional.

“Halal kini tidak lagi semata milik umat Islam, tetapi telah berkembang menjadi gaya hidup global,” kata Mohamad Bawazeer dalam Taklimat Media D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohamad Bawazeer menjelaskan, sejumlah negara non-Muslim bahkan telah lebih dulu membangun ekosistem halal sebagai strategi ekonomi, termasuk di sektor pariwisata. Kondisi ini menunjukkan bahwa halal telah menjadi standar kualitas dan gaya hidup yang diterima secara luas.

Baca Juga:  UMKM Menjadi Tumpuan Industri Halal di Indonesia

Dirinya menilai Indonesia masih menghadapi tantangan untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. Daya saing harga dan keterbatasan bahan baku menjadi faktor yang memengaruhi posisi Indonesia di tengah persaingan global industri halal.

Menurutnya, tanpa penguatan struktur industri dan rantai pasok, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi produk halal dari negara lain, meski memiliki basis konsumen yang besar. Bawazeer menegaskan, tren halal global seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai produsen dan pemain utama industri halal dunia.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Gandeng SRC, Outlet Bright Gas Mulai Hadir di Toko Kelontong

UMKM masih kesulitan

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tumpuan penguatan industri halal nasional. Namun, keterbatasan kapasitas produksi hingga logistik dinilai masih menghambat UMKM untuk menembus pasar global. Padahal, Bawazeer mengatakan, UMKM menjadi fokus utama pengembangan industri halal Indonesia, termasuk untuk mendukung peningkatan ekspor.

“Justru UMKM menjadi fokus utama. Kami membina UMKM agar mampu memasok kebutuhan, termasuk untuk ekspor,” ucap Mohamad Bawazeer.

Mohamad Bawazeer menyebut, pembinaan UMKM dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, hingga konsolidasi logistik agar produk halal mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 12 Mei 2026 Naik Lagi

“Dukungan mencakup pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, serta konsolidasi logistik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pendampingan tersebut diperlukan karena persaingan industri halal global tidak hanya ditentukan oleh aspek kehalalan, tetapi juga konsistensi pasokan, kualitas produk, dan efisiensi biaya.

Kembali Mohamad Bawazeer menegaskan, penguatan UMKM menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga mampu tampil sebagai produsen yang memiliki daya saing di tingkat global.

“Pendampingan ini bertujuan agar UMKM mampu bersaing secara global, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga kesiapan produksi dan etos kerja,” pungkasnya.

Berita Terkait

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan
Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal
UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal
Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg
Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award
RZ Tour Berangkatkan 200 Jamaah Umrah dalam Dua Kloter di Bulan Juli 
Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pergi dari Indonesia
RUPS Rawabi Zamzam Tour Bertema Menguatkan Komitmen Melayani Umat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:26 WIB

UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:30 WIB

Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:30 WIB

Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB