Judi Online Hancurkan Sendi Keluarga, Ini Penjelasan MUI

Tim Redaksi

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 17:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. NU Online

Dok. NU Online

binanews.id/ | Jakarta–Wakil Sekjen MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Nyai Badriyah Fayumi menegaskan judi online yang semakin marak di tengah masyarakat Indonesia ini telah memicu serangkaian peristiwa tragis yang mengkhawatirkan.

Banyak individu yang terjerat utang akibat kecanduan berjudi, dan hal ini semakin memperburuk kondisi keluarga. Tak jarang, mereka terpaksa mengambil langkah-langkah ilegal seperti pencurian, penipuan, bahkan kekerasan untuk melunasi utang yang terus menumpuk.
“Judi online bukan hanya merusak keluarga, tetapi juga menumbuhkan budaya keputusasaan yang berujung pada tindakan kriminal. Ketika individu kehilangan kendali, mereka tak ragu untuk mengorbankan orang lain demi memenuhi kecanduan mereka,” ungkapnya dikutip MUIDigital pada Selasa (14/1/2025).
Dikutip MUI.OR.ID dari Detik News, salah satu kasus yang mencuat adalah tragedi yang terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan, pada 7 Januari 2025, di mana seorang suami, AF (31), membunuh istri, YL (28), dan anaknya, AA (3), sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Motif dari tindakan keji ini diduga kuat terkait dengan kecanduan judi online dan pinjaman online (pinjol). Penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa AF terjerat dalam utang pinjol yang menumpuk, ditambah dengan kecanduan judi online yang semakin memperburuk kondisi keuangannya.
Namun, di balik ancaman yang semakin besar ini, Nyai Badriyah menekankan bahwa pencegahan dan penanggulangan judi online harus menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, keluarga merupakan elemen yang paling penting dalam upaya pencegahan.
“Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam menangkal bahaya judi online. Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya merusak generasi saat ini, tetapi juga masa depan bangsa,” tambahnya.
Nyai Badriyah juga mengusulkan agar pemerintah mengintegrasikan isu judi online dalam kebijakan sosial dan ekonomi negara.
Salah satunya adalah dengan mensyaratkan bahwa bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), tidak diberikan kepada mereka yang terbukti terlibat dalam judi online.
Ini akan menjadi langkah konkret dalam memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kegiatan merusak seperti judi.
“Melindungi keluarga dari dampak judi online adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, ulama, ormas, hingga masyarakat luas harus bersinergi untuk membangun kesadaran kolektif dan memberikan edukasi yang tepat,” ujarnya.
Nyai Badriyah juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat untuk menciptakan kampanye pencegahan yang lebih masif dan terstruktur.
“Kita perlu mengangkat isu ini dalam dakwah, pendidikan, serta kebijakan negara, agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai di dunia maya. Tanpa kesadaran kolektif, kita akan semakin terperangkap dalam kerusakan yang tak terlihat ini,” sambungnya.[FO]
Baca Juga:  Waspada! Uang Palsu Rp100 Ribu Kini Bisa Menyala di Bawah Sinar UV

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Cara Keluarga Memperlakukan Kita, Membekas Sepanjang Hidup

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB