KRL Jabodetabek Bakal Sampai Cikampek dan Lido

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta-Rute KRL Jabodetabek bakal semakin panjang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan perpanjangan jalur KRL ke dua arah sekaligus. Jalur Bekasi akan diperpanjang dari Cikarang hingga Cikampek, sementara jalur Bogor akan diteruskan sampai kawasan Lido.

Rencana tersebut disiapkan untuk mengejar pertumbuhan jumlah pengguna KRL Jabodetabek yang terus meningkat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perpanjangan kedua jalur tersebut ditargetkan selesai pada 2028.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk Bekasi Line kita extend dari Cikarang sampai Cikampek, sekitar 42 kilometer lagi,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/09/2026).

Sementara di sisi selatan, jalur Bogor yang saat ini berakhir di Bogor akan diperpanjang menuju Cigombong hingga kawasan Lido.

Baca Juga:  HUT Ke-81 RI, Sebanyak 1,5 Juta Obat Keras Dimusnahkan, 91 Tersangka Ditangkap

“Untuk Bogor Line kita extend, yang sekarang sampai Bogor itu sampai Cigombong, sampai Lido, sampai dengan kawasan Lido. 2028 harusnya sudah selesai,” ujarnya.

Perpanjangan jalur bukan satu-satunya pekerjaan yang disiapkan KAI.

Perusahaan juga meningkatkan kapasitas lintas KRL yang sudah beroperasi. Langkah ini diperlukan karena jumlah pengguna KRL Jabodetabek kini rata-rata mencapai 1,1 juta penumpang per hari.

Pada periode puncak, jumlahnya bahkan bisa mencapai 1,3 juta penumpang per hari.

KAI menargetkan kapasitas angkut KRL Jabodetabek nantinya mampu melayani hingga 2 juta penumpang setiap hari.

“Pada saat ini rata-rata 1,1 juta penumpang per hari, termasuk weekend, dengan puncak penumpang 1,3 juta penumpang per hari,” kata Bobby.

Baca Juga:  Harapan Sederhana Guru: Yang Penting Ada Buat Bensin dan Kopi

Penguatan kapasitas juga dilakukan di lintas Rangkasbitung atau Green Line.

Pada 2026, KAI mulai menambah lima gardu traksi sekaligus meningkatkan kapasitas sembilan gardu yang sudah ada.

Pekerjaan tersebut ditargetkan membuat seluruh lintas Rangkasbitung dapat dilalui rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12 pada semester I 2027.

Sistem persinyalan juga akan ditingkatkan.

Saat ini jarak waktu kedatangan antarkereta atau headway di lintas tersebut berkisar 10-15 menit. Setelah peningkatan sistem, KAI menargetkan headway dapat dipangkas menjadi sekitar 4-5 menit.

Dengan demikian, lebih banyak perjalanan KRL dapat dilayani dalam waktu yang sama.

Baca Juga:  Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Keputusan Penakut Tuchel Jadi Bulan-bulanan

Di lintas Bogor, KAI menyiapkan rekayasa pola perjalanan.

Salah satunya dengan mengakhiri perjalanan Nambo Line di Citayam. Rekayasa tersebut diproyeksikan membuka tambahan 22 slot perjalanan menuju Bogor.

Kapasitas Bogor Line pun diperkirakan meningkat lebih dari 30%.

“Di jalur Bogor, nanti Nambo Line kita terminasi di Citayam sehingga akan menambah 22 slot yang ke arah Bogor. Ini juga meningkatkan lebih dari 30% kapasitas Bogor Line saat ini,” ujar Bobby.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, pengguna KRL Jabodetabek tidak hanya mendapatkan akses menuju wilayah yang semakin jauh.

Kapasitas kereta, frekuensi perjalanan, dan infrastruktur pendukung juga akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2028.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB