Harapan Sederhana Guru: Yang Penting Ada Buat Bensin dan Kopi

Prabu

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor – Di balik tugas besar mencerdaskan generasi bangsa, masih banyak guru yang menjalani profesinya dengan harapan-harapan sederhana. Bukan kemewahan, melainkan kepastian penghasilan yang layak dan dibayar tepat waktu.

Muhammad Reyhan, guru SMP Al-Azhar Plus, menggambarkan bagaimana sebagian tenaga pendidik masih harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.

“Kalau bicara guru laki-laki, ya yang penting ada buat bensin sama kopi,” katanya sambil tersenyum saat diwawancarai Binanews.id, Jumat (15/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  KKM UIB Desa Gunung Malang Ajak Siswa SDN Legal Langkap 02 Bijak Bermedia Sosial

Reyhan mengaku dirinya tetap menikmati dunia pendidikan karena merasa memiliki panggilan nurani untuk mengajar. Sebelum menjadi guru formal, ia telah lama mengajar anak-anak mengaji di lingkungan rumah dan pengajian keluarga.

“Secara nurani sudah mulai terbentuk. Karena sebelumnya juga sudah biasa ngajar ngaji anak-anak,” ujarnya.

Di sekolah, ia memilih memperkuat pendekatan keagamaan dan pembinaan karakter siswa dibanding terlalu menekankan capaian akademik semata. Menurutnya, kondisi sosial ekonomi siswa juga perlu dipahami secara realistis.

“Tadinya mau fokus ke prestasi akademik. Tapi karena mayoritas ekonominya menengah ke bawah, akhirnya saya lebih aktifkan murajaah, murattal, ratib, dan amaliah lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Gangguan Pembangkit Listrik Berhasil Diatasi, PLN Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Barat Stabil

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Reyhan melihat profesi guru tetap memiliki masa depan apabila sistem pendidikan mampu memberi ruang kesejahteraan yang lebih adil.

“Sebenarnya profesi guru pasti bakal menjanjikan tergantung orang yang bisa mengembangkan pendidikan tersebut,” katanya.

Ia pun menitipkan harapan kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan agar lebih memperhatikan guru-guru yang belum tersertifikasi maupun yang masih menerima upah rendah.

Baca Juga:  SNT Terapkan Kurikulum Nasional 'Plus' Hingga Ekskul Coding-AI

“Saya titip, siapapun pemimpinnya yang memiliki otoritas, tolong diperhatikan guru-guru yang ada di bawah apalagi yang belum memiliki sertifikasi,” ungkapnya.

Tak hanya kepada pemerintah, Reyhan juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak. Menurutnya, guru dan orang tua harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter generasi muda.

“Anak-anak tidak hanya mencontoh guru di sekolah, tapi juga orang tuanya di rumah. Jangan memandang guru sebagai sebelah pihak,” tutupnya.[]

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB