Kementerian Agama Rilis Kurikulum Berbasis Cinta

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 06:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta–Kementerian Agama merilis Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa KBC hadir sebagai ikhtiar menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan, antara lain kekeringan batin, penurunan kualitas akhlak, bullying, kekerasan, dan kebencian.

DijelaskanKemenag menghadirkan KBC sebagai paradigma baru yang menekankan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. “Kita tidak ingin melahirkan

“Kita tidak ingin melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:  Hari Anak Nasional, Bupati Bogor Serukan Perang Melawan Narkotika Demi Lindungi Anak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurikulum Berbasis Cinta juga ingin melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif dan berkah. Sebab, kata Menag, tidak semua produktif itu berkah dan tidak mungkin ada berkah tanpa produktif.

Belajar Mandiri KBC

Kegiatan Belajar Mandiri KBC bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru serta penyuluh.

“Tujuan dari pelatihan ini pada dasarnya adalah ingin memberikan pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan untuk menginternalisasi pemaknaan Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Pastikan Dukungan APBN untuk Program Sekolah Rakyat

Menag menjelaskan, sasaran utama dari program ini adalah terwujudnya ekosistem pendidikan dan kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban, di mana peserta didik dan masyarakat tumbuh dengan karakter saling menghargai, toleran, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Para peserta diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran, pembinaan umat, dan pelayanan publik secara konkret dan berkelanjutan,” kata Menag.

“Sehingga mereka akan bertoleransi satu sama lain, mereka akan mencintai sesamanya bahkan sesama makhluknya, lingkungan hidupnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Masuk Makkah Diperketat, PPIH Imbau Jemaah Haji Terapkan "Buddy System"

Belajar Mandiri KBC yang diikuti oleh 305.344 peserta secara daring. Hal ini menunjukkan tingginya semangat guru dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas diri di era digital.

“Pelaksanaan diklat secara online juga menjadi strategi pemerataan akses pelatihan, sehingga guru di seluruh pelosok dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” ungkap Menag.

“Belajar Mandiri KBC diharapkan menjadi gerakan nasional, yang membumikan nilai cinta dalam pendidikan, dengan dukungan sinergis antara pemerintah, guru, dan masyarakat.” tandasnya.[]

Berita Terkait

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan
Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB