UIB Gelar FGD Pengembangan Model Pendidikan Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal

Irwan Maulana

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 20:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binenase,id | Bogor – Institut Ummul Quro Al-Islami (UQI) Bogor menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendukung penelitian bertajuk Model Pendidikan Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal: Rancangan dan Implementasi Pendidikan Tasamuh di Pesantren Multikultural, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. FGD ini menjadi forum akademik untuk menggali pandangan berbagai pemangku kepentingan mengenai penguatan pendidikan kebangsaan melalui integrasi kearifan lokal dan nilai-nilai tasamuh di lingkungan pesantren multikultural.

Diskusi difokuskan pada relevansi nilai-nilai budaya lokal dalam membangun sikap toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta kehidupan sosial yang harmonis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni R. Roby Samsi, S.Ag., M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Bogor, serta Raden Ace Sumanta, S.Pd., S.H., budayawan Bogor.

Baca Juga:  IPB University dan Universitas Pakuan Gelar Konferensi Internasional Komunikasi Pembangunan

FGD dipimpin Ketua Tim Riset, Dr. H. Syamsul Rizal Mz, S.H.I., M.Pd.I., dan diikuti seluruh anggota tim penelitian. Peserta lainnya berasal dari Forum Pondok Pesantren, Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia, Pusat Studi Pesantren dan Masyarakat, Lemdikwa UQI, kalangan akademisi, para kiai, serta tokoh masyarakat.

Kearifan Lokal dan Nilai Islam sebagai Sumber Pendidikan Toleransi

Dalam diskusi, kedua narasumber menekankan pentingnya mengembangkan kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia dinilai memiliki potensi menjadi sumber pembelajaran untuk menanamkan toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat kebersamaan.

Kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pendidikan. Selama memiliki kesesuaian dengan ajaran Islam, nilai-nilai tersebut dapat memperkuat karakter peserta didik sekaligus menjaga keberlanjutan kebudayaan masyarakat.

Baca Juga:  Raker 2026, UIB Ummul Quro Tegaskan Komitmen Bangun Budaya Mutu dan Indonesia Emas

Diskusi juga menegaskan bahwa pendidikan Islam dan kebudayaan lokal bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat saling memperkuat apabila proses integrasi dilakukan secara bijaksana, selektif, dan tetap berpedoman pada kesesuaian nilai dengan ajaran Islam.

Pesantren Strategis dalam Penguatan Pendidikan Kebangsaan

Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, sikap sosial, dan kesadaran kebangsaan santri. Penanaman nilai-nilai tasamuh dapat dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan kiai dan ustaz, pembiasaan, serta interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Dalam konteks masyarakat multikultural Papua, integrasi kearifan lokal dan nilai tasamuh menjadi penting untuk membangun pendidikan kebangsaan yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya setempat.

Pendidikan kebangsaan tidak cukup hanya disampaikan melalui materi pembelajaran di kelas. Nilai-nilai tersebut juga perlu diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, membangun dialog, menjalin kerja sama, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Berbagai masukan dari narasumber dan peserta FGD menjadi bahan penting bagi tim riset dalam mengembangkan kerangka pendidikan kebangsaan yang relevan dengan konteks pesantren multikultural. Hasil diskusi diharapkan dapat memperkaya penyusunan pedoman implementasi yang mengintegrasikan nilai kebangsaan, kearifan lokal, dan tasamuh dalam kegiatan pendidikan pesantren.

Baca Juga:  Pembukaan POSMAD di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Berlangsung Meriah 

Kolaborasi Akademisi dan Pesantren dalam Pengembangan Model Pendidikan

Pelaksanaan FGD ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemangku kebijakan pendidikan keagamaan, budayawan, pesantren, dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan kebangsaan.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar model pendidikan yang dirumuskan tidak hanya didasarkan pada kajian akademik, tetapi juga mempertimbangkan praktik, kebutuhan, serta nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Melalui forum tersebut, tim riset memperoleh sejumlah masukan untuk memperkuat analisis penelitian sekaligus merumuskan rekomendasi pengembangan model pendidikan kebangsaan berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai tasamuh.

FGD ini menjadi salah satu tahapan dalam upaya mengembangkan pendidikan pesantren yang menghargai keberagaman, memperkuat karakter kebangsaan, dan menjadikan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran. Dengan demikian, pesantren diharapkan dapat terus berperan dalam membangun kehidupan masyarakat multikultural yang toleran, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.[]

 

Penulis : Gugun Gunawan (Direktur LPPM UIB)

Berita Terkait

Pembukaan POSMAD di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Berlangsung Meriah 
Penguatan Peran Ketahanan Nasional Guru PPKn di Era Digital
Rektor UNIDA Gontor Bedah “Buku Pendidikan Islam Holistik” di Ummul Quro Al Islami Bogor
Bedah Buku di UQI Bogor, Prof Hamid: Pesantren adalah Sekolah Kehidupan
INAIS dan IPB University Gelar Pelatihan Halal dan Produk Olahan Susu
PKM Mahasiswa Unpam di SMAN 1 Cikande Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Bisnis 
BKPI UIB Ummul Quro Bogor Perluas Jejaring Global lewat sinergi Akademik
Sri Hendriani di UIB: Humas Pemerintah Harus Adaptif dan Mampu Membangun Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:40 WIB

UIB Gelar FGD Pengembangan Model Pendidikan Kebangsaan Berbasis Kearifan Lokal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Pembukaan POSMAD di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Berlangsung Meriah 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Penguatan Peran Ketahanan Nasional Guru PPKn di Era Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Rektor UNIDA Gontor Bedah “Buku Pendidikan Islam Holistik” di Ummul Quro Al Islami Bogor

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Bedah Buku di UQI Bogor, Prof Hamid: Pesantren adalah Sekolah Kehidupan

Berita Terbaru

Pendidikan

Menelusuri Sejarah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:55 WIB