Binanews.id | Bogor– Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, Pusat Studi Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (PSPPM) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI) menggelar Dialog Kebangsaan, Kepemimpinan, arah Pemuda dan Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045.
Acara ini digelar di Perpustakaan Universitas Islam Bogor dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan. Ketua PSPPM Jamaluddin, M.E.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini sangat penting terutama bagi mahasiswa untuk mengetahui arah kemajuan bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa acara ini menjadi ajang silaturahim untuk menieningkatkan jejaring antara mahasiswa.
“Saya sangat mengapresiasi adanya acara ini. Acara ini penting dilaksanakan agar para mahasiswa yang hadir mengetahui mengenai kepemimpinan, peran pemuda, dan visi Indonesia emas,” ucapnya kepada Binanews, Selasa (27/10).
Jamaluddin juga menyampaikan bahwa menurutnya generasi muda saat ini jarang yang ingin menjadi petani. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya jika tidak ada pemuda yang mau bertani, maka akan ada masalah pada pasokan pangan kedepan.
“Saya melihat menurut saya generasi muda saat ini jarang yang ingin menjadi petani, oleh karena itu dengan adanya DPN TMI ini dapat memberikan insight terutama bagi anak-anak muda dalam bertani. Kalau anak muda tidak mau bertani bagaimana? Kita nanti mau makan apa? Tentu akan berpengaruh pada stok pangan kita.”

Kemudian, kegiatan ini dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Rahmatun Phounna dari DPN mengenai kebangsaan, kepemimpinan, arah anak muda dan mahasiswa. Dalam penyampaiannya Rahmatun Phounna atau Phounna menyampaikan akan pentingnya peran anak muda dalam menyambut Indonesia emas. Ia menyampaikan bahwa Indonesia emas harus dipersiapkan dari sekarang.
“Indonesia emas itu ditentukan oleh anak-anak muda saat ini. Itu harus dipersiapkan oleh kita dari sekarang.”
Ia juga menyampaikan akan pentingnya nilai-nilai yang harus dijaga. Diantaranya adalah membangun koneksi dan menjaga kejujuran.
“Koneksi itu sangat penting, atau bahasa lainnya silaturahim. Silaturahim membuka peluang untuk keberhasilan adik-adik sekalian. Kemudian, jaga kejujuran. Kejujuran itu sangat mahal dan menentukan keberhasilan adik-adik ke depan.”
Sebagai seorang aktivis yang pernah menjabat pada beberapa posisi strategis di HMI, IMPAS Jakarta, DPD KNPI Aceh, COPMI, dan saat ini di HKTI dan TMI, Phounna memberikan banyak pandangannya akan pentingnya berorganisasi.
“Saya dulu aktif sekali organisasi dan bagi saya organisasi itu sangat mahal. Dari organisasi ini saya alhamdulillah banyak kenal tokoh-tokoh penting dan kemudian belajar dari mereka semua,” ujarnya
Kemudian, di akhir sesi, Irwan Maulana sebagai Sekretaris PSPPM UIB memberikan penguatan materi. Ia menyampaikan akan pentingnya pengalaman belajar bagi mahasiswa. Baginya, pengalaman belajar perlu dikelola dengan baik agar mahasiswa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pengalaman belajar itu sangat penting. Adik-adik mahasiswa kuliah selama empat tahun. Kalau hanya belajar di dalam kelas, pengetahuan adik-adik mahasiswa bertambah tetapi skill belum tentu. Adik-adik semua coba ikut organisasi atau kegiatan lainnya sebab dari situ kita akan belajar bekerjasama dengan orang lain, memahami karakter, dan belajar memimpin.”
Irwan juga menyampaikan kepada mahasiswa agar mereka menemukan minat, bakat, memiliki skill dan juga mengembangkan jejaring.
“Di masyarakat jurusan yang adik-adik ambil belum tentu dipandang oleh masyarakat kalau adik-adik tidak punya skiill, akhlak, dan potensi. Setiap manusia punya potensi tapi tidak dengan kesempatan. Melalui organisasi teman-teman akan mendapatkan lebih banyak kesempatan. Dan satu lagi, IPK Tinggi itu tidak ada gunanya jika adik-adik tidak bisa bekerjasama dengan orang lain.”
Kegiatan ini kemudian diikuti dengan diskusi dan foto bersama. Jamaluddin, M.E.I selaku ketua PSPPM mengharapkan akan adanya diskusi seperti ini ke depan. Baginya, diskusi seperti ini dapat menambah jejaring dan juga membuka cakrawala bagi para mahasiswa.








