Topan Bavi Ancam Jepang, Ratusan Maskapai Penerbangan Pesawat akan Dibatalkan

Bisyral

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Topan besar Bavi mengancam wilayah barat daya Jepang, memicu pembatalan ratusan penerbangan dan imbauan kewaspadaan bagi warga.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, banjir, dan tanah longsor seiring mendekatnya badai ini ke Kepulauan Sakishima, Okinawa, pada Jumat (10/7/2026) dan Sabtu Malam (11/7/2026).

Pada Jumat pagi Angin Topan Bavi tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 162 kilometer per jam.

Baca Juga:  Viral Patung Mirip Firaun di Gunung Salak, Dari Mana Asalnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya topan ini bahkan sempat diklasifikasikan sebagai “topan super” oleh Pusat Peringatan Topan Gabungan AS (JTWC) dengan kecepatan angin hingga 270 kilometer per jam.

Dampak cuaca buruk ini langsung terasa di sektor transportasi terutama udara dan laut.

Lebih dari 200 penerbangan domestik yang menghubungkan Okinawa dan wilayah sekitarnya dibatalkan untuk Jumat dan Sabtu Malam.

Baca Juga:  Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamax Turbo Tembus Rp 19.900 per Liter

Sejumlah maskapai pesawat mulai mengumumkan pembatalan Armada nya, di antaranya:

· ANA (All Nippon Airways): 104 penerbangan dibatalkan, mempengaruhi sekitar 12.800 penumpang .

· Japan Airlines (JAL): 59 penerbangan dibatalkan, mempengaruhi sekitar 10.600 penumpang .

· Skymark: 44 penerbangan dibatalkan .

Baca Juga:  ICMI Kota Bogor Gelar Talkshow Bertema “Travel, Culture, and Halal Economy”

· Peach Aviation: 26 penerbangan dibatalkan.

· Solaseed Air: 25 penerbangan dibatalkan.

· Jetstar: 13 penerbangan dibatalkan.

Selain penerbangan, layanan kapal feri yang menghubungkan Okinawa dan Kagoshima juga dihentikan sementara.

Sementara itu Di Pulau Ishigaki, warga terlihat menimbun persediaan makanan dan memasang jaring pelindung angin agar bisa bertahan dari terjangan angin.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB