Potongan Ojol Turun Jadi 8% , Driver Bogor: Orderan Malah Menurun

Bisyral

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Aturan baru soal pemangkasan potongan aplikasi ojol jadi 8% yang berlaku mulai 1 Juli 2026 baru diberlakukan hari ini, rupanya belum dirasakan manfaatnya oleh sejumlah driver di Kota Bogor.

Alih-alih pendapatan naik, banyak pengemudi justru mengeluh orderan harian mereka semakin sedikit.

Salah satunya Asep Lalang, 50 tahun. Pria yang sudah 10 tahun narik ojol di Bogor itu mengaku skema potongan baru belum membawa perubahan signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Potongan 8 persen emang udah jalan di Bogor, tapi kalau dibilang enak ya belum. Banyak temen-temen yang malah sepi order, hampir rata-rata ngerasain begitu,” kata Asep.

Baca Juga:  Mahasiswa KKM UIB Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Cibunian

Ia menuturkan, saat potongan masih 20% dulu, sehari ia bisa dapat sekitar 15 order. Tapi sejak 1 Juli kemarin, angkanya anjlok.

“Dulu waktu potongan 20% masih lumayan. Sekarang sejak awal Juli, paling mentok 8 order sehari. Padahal biasanya hampir 15,” ujarnya.

Selain order yang susut, Asep juga bilang selisih tarif yang diterima driver nggak terlalu besar. Contohnya layanan hemat, dulu ia terima sekitar Rp10.400, sekarang cuma Rp10.200.

Baca Juga:  Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

“Tarif hemat dulunya Rp10.400, sekarang Rp10.200. Bedanya dikit banget, jadi nggak kerasa,” jelasnya.

Asep berharap, kebijakan potongan 8% ini nantinya diikuti lonjakan jumlah order. Biar kebijakan itu benar-benar ngebantu driver.

“Maunya sih setelah potongan turun, orderan makin rame buat semua. Nyatanya sekarang masih banyak yang nongkrong doang,” harapnya.

Ia juga menyebut soal isu prioritas akun. Dulu akun perempuan atau ‘lady driver’ dianggap lebih gacor. Tapi sekarang, kondisinya sudah berbeda.

Baca Juga:  Alokasikan Rp.17,5 Miliar, Kemenag dan Baznas Dukung Pesantren Nyaman

“Dulu akun lady memang beda, ordernya lancar. Sekarang kebanyakan juga sepi. Apalagi akun cowok, yang ngeluh banyak banget,” katanya.

Menurut Asep, kondisi sepi ini mungkin efek adaptasi pasca perubahan aturan. Ditambah lagi, masa libur sekolah juga bisa jadi penyebab turunnya permintaan ojol di Bogor.

“Mungkin masih penyesuaian, semoga nanti membaik. Apalagi sekarang anak sekolah libur, bisa jadi itu juga ngaruh ke sepi order,” tutupnya.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB