Binanews.id | Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor meluncurkan inovasi “Ngupahan”, sistem pengelolaan sisa pangan (food waste) berbasis digital untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus menekan pemborosan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mengelola sisa pangan baik yang masih layak konsumsi maupun yang tidak, melalui ekosistem digital yang melibatkan masyarakat, komunitas, hingga lembaga desa.
“Tantangan terbesar dalam pengelolaan food waste terletak pada perubahan budaya. Kami ingin membangun budaya agar masyarakat terbiasa tidak boros pangan dan bijak mengelola sisa makanan. Ini bukan sekadar soal sampah, melainkan kesadaran bersama,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, teknologi digital memungkinkan perubahan perilaku masyarakat dipantau secara bertahap, sekaligus mendorong partisipasi aktif melalui sistem yang menyediakan edukasi dan insentif.
Aplikasi Ngupahan dilengkapi sejumlah fitur, seperti Pojok Edukasi, Piring Berbagi, Bank Kompos, dan Berdikari Mart. Fitur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga mendorong terciptanya nilai ekonomi dari pengelolaan sampah organik.
Sebagai tahap awal, program ini akan diuji coba di Desa Gunung Putri dan Desa Susukan sebagai wilayah percontohan dalam membangun budaya pengelolaan pangan yang lebih berkelanjutan.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mendukung implementasi program tersebut.
“Pada prinsipnya kami siap. Yang paling penting adalah komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis upaya membangun budaya tidak boros pangan ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Pemkab Bogor berharap terbentuk kesadaran kolektif bahwa pangan merupakan sumber daya berharga yang harus dikelola secara bijak.
Dengan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat, Ngupahan diharapkan mampu menekan volume food waste sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Bogor.[]









