Kemenag Siapkan Beasiswa Studi Islam di PTKIN bagi Mahasiswa Internasional

Tim Redaksi

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Kementerian Agama menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan pada berbagai program studi keislaman di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia. Program tersebut akan dijalankan melalui skema INSIGHT Scholarship.

“Program yang akan kami perkenalkan adalah INSIGHT Scholarship. Program ini merupakan skema beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin menempuh pendidikan studi Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

“Selain beasiswa, tersedia pula berbagai program short course dan bentuk dukungan akademik lainnya. Skema pembiayaannya beragam, mulai dari beasiswa penuh (full scholarship) hingga beasiswa parsial (partly scholarship),” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sahiron, pendanaan INSIGHT Scholarship berasal dari Kementerian Agama dan PTKIN yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Sejumlah PTKIN telah menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa internasional yang dibiayai dari pendapatan institusi. Melalui skema ini, PTKIN tidak hanya melayani mahasiswa dalam negeri, tetapi juga mendukung mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:  KKN Kelompok IV STAI NU Cianjur Dorong Penguatan UMKM

Sahiron mengatakan bahwa INSIGHT Scholarship akan diperkenalkan kepada kalangan diplomatik asing melalui pertemuan yang direncanakan berlangsung pada 30 Juni 2026. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi PTKIN sekaligus mendukung target nasional peningkatan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Indonesia.

“Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia. Bahkan Presiden menantang agar pada tahun 2029 Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa asing untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia, baik di universitas umum maupun perguruan tinggi keagamaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Disdukcapil Kota Bogor Buka “Lapak Capil” hingga Malam

Daya tarik PTKIN juga didukung oleh pengakuan internasional yang terus meningkat. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Theology, Divinity and Religious Studies, tiga PTKIN Indonesia berhasil masuk jajaran perguruan tinggi terbaik dunia. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta peringkat ke-37 dunia, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada pada kelompok peringkat 101–150 dunia.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati menjelaskan bahwa INSIGHT Scholarship dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkenalkan keunggulan studi Islam di Indonesia kepada masyarakat internasional. Program ini juga menjadi sarana memperkenalkan praktik moderasi beragama dan Islam moderat Indonesia kepada dunia.

Baca Juga:  Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

“Praktik moderasi beragama dan Islam moderat Indonesia merupakan aset yang sangat berharga untuk diperkenalkan kepada negara-negara mitra. Kami berharap para mahasiswa asing yang belajar Islamic Studies di Indonesia dapat kembali ke negara asalnya dengan membawa perspektif Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil alamin,” ungkap Ani.

Ani menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia. Karena itu, PTKIN perlu terus memperkuat keunggulan akademik, riset, dan jejaring internasional agar semakin menarik bagi mahasiswa dari berbagai negara.

“Tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Singapura, dan negara-negara lain tertarik mempelajari studi Islam di Indonesia. Dengan perkembangan kajian Islam yang semakin maju, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia,” tuturnya.[]

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB