Binanews.id | Bogor— Universitas Islam Bogor (UIB) menjalin kerja sama dengan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat Rektorat, Gedung B, Universitas Islam Bogor.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua Senat UIB, K.H. Agus Tamami, S.Ag., M.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UIB, Dr. H. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Rektor UIB menegaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen, membangun motivasi, dan mengembangkan kolaborasi antarkedua perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UIB dan UIKA Bogor. Ia menekankan bahwa komunikasi yang efektif dan soliditas pimpinan merupakan faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan sistem pembelajaran yang lebih aplikatif, dengan menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dan pengalaman praktik melalui berbagai proyek yang sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa.
Ia juga mendorong pengembangan potensi kewirausahaan dan talenta bisnis mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Setiap program studi diharapkan mampu mengoptimalkan potensi mahasiswa melalui pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.
Sebagai contoh, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dapat diarahkan untuk mengembangkan kompetensi sebagai kreator konten, sedangkan mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dapat mengembangkan kemampuan produksi konten edukatif melalui platform digital, seperti YouTube. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama internasional, termasuk kesempatan berkarier di luar negeri. Menurutnya, peningkatan kompetensi global perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman. Dengan begitu, lulusan perguruan tinggi Islam diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan identitas dan prinsip keislamannya.
Melalui penandatanganan MoU ini, UIB dan UIKA Bogor diharapkan dapat memperkuat sinergi kelembagaan dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pelaksanaan program-program kolaboratif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua institusi dan sesi foto bersama. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan demi mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.[]
Penulis : Diki Wahyudi









