Mahasiswa KKM UIB 2026 Dibekali Strategi Inovasi Hadapi Pembangunan

Bisyral

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 17:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Rangkaian acara pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Bogor (UIB) memasuki sesi krusial melalui pemetaan problem daerah.

Dalam materi yang disampaikan oleh Shinta Nasution, para peserta diajak membedah realitas lapangan agar program kerja (proker) yang dicanangkan tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat setempat.

Shinta Nasution memaparkan potret sosial-ekonomi Kabupaten Bogor yang saat ini masih menghadapi lima kondisi riil, yaitu tingginya jumlah penduduk miskin dan pengangguran, ketimpangan wilayah yang tajam (indeks lebih dari 0,9), kesenjangan pendapatan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata Jawa Barat.

Baca Juga:  Dai Cilik Ashiffa Raih Juara 2 se Kecamatan Gunung Sindur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna mengatasi persoalan tersebut, beliau menekankan lima tantangan pembangunan ke depan yang harus dipahami mahasiswa KKM, mulai dari peningkatan daya saing daerah, pemangkasan ketimpangan wilayah, pengelolaan bonus demografi, percepatan pengentasan kemiskinan, hingga pemerataan infrastruktur dasar.

Baca Juga:  Suasana Haru Selimuti "Tajamu" Peringatan 1 Abad Reuni Akbar Alumni Gontor

Untuk menjawab berbagai tantangan ini, mahasiswa UIB dituntut membawa perubahan melalui inovasi berbasis teknologi demi mewujudkan potensi desa dan meraih keunggulan kompetitif.

Terdapat empat jenis inovasi yang dapat didorong oleh mahasiswa di lokasi KKM untuk menggerakkan kewirausahaan warga, yaitu inovasi digital untuk efisiensi, inovasi produk untuk meningkatkan nilai guna potensi lokal, inovasi sosial untuk menghadirkan solusi tatanan masyarakat, serta inovasi kreatif guna menelurkan ide-ide segar yang unik.

Baca Juga:  Madrasah Diniyah Takmiliyah akan Diakui, Ini Dua Model Kolaborasinya

Sebagai modal utama bersosialisasi dan menyukseskan program kerja di tengah masyarakat, Ibu Shinta Nasution menitipkan rumus “4K” kepada seluruh peserta KKM.

Rumusan tersebut meliputi Kerja Keras dengan daya juang tinggi, Kerja Cerdas dengan memanfaatkan strategi dan teknologi yang tepat, Kerja Tuntas untuk menyelesaikan proker hingga membuahkan hasil nyata, serta Kerja Ikhlas yang meniatkan seluruh proses pengabdian sebagai ibadah dan ketulusan menolong sesama.

Berita Terkait

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya
Dr. Faisal Rachmat Kembangkan Media Maze Tingkatkan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus
36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB