Uban Disebut Tanda Tubuh Melawan Kanker, Benarkah? Ini Penjelasan Dosen IPB

Bisyral

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Uban bukanlah hal asing pada tubuh manusia dewasa. Namun, baru-baru ini muncul anggapan jika uban merupakan pertanda tubuh sedang melawan sel kanker. Bagaimana faktanya?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi, dr Yenny Rachmawati, M Biomed, IPB University menepis anggapan tersebut. Menurutnya, kemunculan uban tidak berkaitan dengan sistem imun manusia.

“Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” ujar dr Yenny dalam laman IPB University dikutip Rabu (02/09/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Strategi Dakwah Berkemajuan Majelis Tabligh Muhammadiyah Kabupaten Bogor

Sebagai informasi, warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut.

Namun seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang. Inilah yang membuat tubuh kekurangan pigmen hingga terlihat putih atau abu-abu.

Awal Mula Anggapan Uban Pertanda Kanker

Uban sebagai pertanda kanker muncul dari sebuah penelitian pada 2025. Riset itu menemukan jika kerusakan DNA mempunyai dua kemungkinan, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang dapat mengarah pada kanker kulit melanoma.

Kendati demikian, dr Yenny menegaskan belum terdapat bukti epidemiologis jika orang yang cepat beruban memiliki risiko melanoma atau kanker lain.

Baca Juga:  Sebanyak 38,6% Guru di Kabupaten Bogor Digaji Kurang dari Rp.500.000 per Bulan

Faktor Pemicu Uban

Kecepatan munculnya uban dipengaruhi berbagai faktor dengan faktor utama adalah usia dan genetik. Selain itu, ada stres oksidatif, merokok, polusi, serta paparan lingkungan tertentu yang juga dapat berperan.

Uban yang muncul dini dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B12 atau zat besi, gangguan tiroid, maupun penyakit autoimun. Namun, perlu diingat jika uban tidak selalu menunjukkan kekurangan nutrisi atau penyakit tertentu.

“Oleh karena itu, kita tidak perlu mengaitkan kemunculan uban dengan kemampuan tubuh menghentikan kanker. Pemahaman yang tepat ini penting agar kita tidak mengabaikan faktor risiko kanker hanya karena rambut mulai memutih,” tutur dr Yenny.

Baca Juga:  Anak Muda Rentan Terkena Kanker? Ilmuwan Kaitkan dengan Penuaan Biologis

dr Yenny menyarankan pemeriksaan jika uban muncul sangat dini dan disertai keluhan lain. Menurutnya, ada kemungkinan faktor nutrisi atau gangguan kesehatan.

“Pencegahan kanker tetap perlu dilakukan tanpa melihat warna rambut, antara lain dengan pola hidup sehat, menghindari rokok, melindungi kulit dari paparan ultraviolet berlebihan, serta memperhatikan perubahan tahi lalat atau lesi kulit yang mencurigakan,” pungkasnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB