Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Bisyral

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta – Kisah Chen (43), pria asal Guangdong, China, mencuri perhatian setelah berhasil menurunkan berat badannya hingga 32,5 kilogram hanya dalam waktu enam bulan.

Chen yang sebelumnya memiliki berat badan sekitar 100 kilogram berhasil memangkas bobot tubuhnya hingga di bawah 68 kilogram. Menariknya, penurunan berat badan tersebut dilakukan tanpa menjalani diet ekstrem.

Salah satu menu utama yang dikonsumsi Chen selama menjalani program tersebut adalah kentang yang dikukus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya berhasil menurunkan berat badan, perubahan pola makan yang dijalani Chen juga disebut membuat kondisi perlemakan hati atau fatty liver yang dialaminya membaik.

Lantas, apa yang membuat kentang kukus dapat membantu proses penurunan berat badan?

1. Kalori Lebih Rendah dari Nasi

Baca Juga:  Kampus Bertambah, Kemacetan Mengadang: Tantangan Bogor Barat jadi Kawasan Pelajar

Kentang kerap dianggap sebagai makanan yang tinggi karbohidrat dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, dalam porsi yang sama, kentang kukus memiliki kandungan kalori lebih rendah dibandingkan nasi putih.

Dalam 100 gram kentang kukus terdapat sekitar 77 kalori. Sementara itu, 100 gram nasi putih mengandung sekitar 116 kalori.

Mengganti nasi putih dengan kentang kukus dalam jumlah yang sesuai dapat membantu mengurangi asupan kalori harian, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

2. Mengandung Pati Resisten

Cara pengolahan kentang juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Kentang yang telah dimasak kemudian dibiarkan hingga agak dingin dapat mengalami perubahan sebagian pati menjadi resistant starch atau pati resisten.

Pati resisten lebih sulit dicerna di usus halus. Kondisi ini membuatnya dapat memberikan efek kenyang lebih lama dan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus besar.

Baca Juga:  Saat Kesibukan Berubah Menjadi Kelelahan Berkepanjangan

Dengan demikian, konsumsi kentang dalam bentuk yang tepat berpotensi membantu seseorang mengontrol rasa lapar dan asupan makanan.

3. Kaya Serat dan Kalium

Kentang utuh juga mengandung serat pangan yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Serat juga berperan dalam memperlambat proses pengosongan lambung.

Selain serat, kentang mengandung kalium. Kandungan mineral ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh.

Namun, manfaat tersebut tidak berarti kentang dapat menjadi satu-satunya makanan dalam program penurunan berat badan.

Cara Mengolah Kentang Jadi Kunci

Pengolahan menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

Baca Juga:  Tarif Transjabodetabek Naik, Tak Lagi Flat Rp3.500

Kentang yang dikukus, direbus atau dipanggang tanpa tambahan minyak berlebihan berbeda dengan kentang yang digoreng menjadi French fries maupun keripik.

Kentang yang digoreng dapat menyerap minyak sehingga kandungan kalorinya meningkat secara signifikan. Karena itu, mengganti nasi dengan kentang tidak otomatis membuat berat badan turun jika kentang dikonsumsi dalam bentuk makanan tinggi lemak dan kalori.

Selain kentang, pola makan juga perlu dilengkapi dengan sumber protein seperti telur, ikan atau dada ayam serta sayuran agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Kisah Chen menunjukkan bahwa perubahan pola makan dapat berperan dalam perjalanan penurunan berat badan. Namun, hasil setiap orang dapat berbeda sehingga pola diet sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing.

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan
‘Decision Tree’ Lindungi Hak Istri atas Mahar Bermasalah, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB