Sulit Fokus? Kenali Brain Fog dan Cara Mengatasinya

Prabu

- Redaksi

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor — Pernah merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, pikiran terasa lambat, atau seperti ada kabut yang menghalangi kemampuan berpikir? Kondisi tersebut sering disebut sebagai brain fog atau kabut mental.

Meski bukan penyakit resmi, brain fog merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan menurunnya kejernihan berpikir. Seseorang yang mengalami brain fog biasanya merasa sulit fokus, cepat lelah secara mental, dan kesulitan mengingat informasi sederhana.

Di era modern yang serba cepat, brain fog semakin sering dialami banyak orang. Kurang tidur, stres berkepanjangan, pola makan yang buruk, hingga kelelahan kerja menjadi beberapa pemicu yang paling umum. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Baca Juga:  Banjir Informasi seperti Peristiwa Nabi Nuh, Habib Husein Ja'far: Bikinlah Perahu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Perbaiki Kualitas Tidur

Tidur adalah waktu bagi otak untuk melakukan proses pemulihan. Ketika seseorang kurang tidur, kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan pengambilan keputusan akan menurun.

Tidak heran jika banyak orang merasa pikirannya lebih jernih setelah mendapatkan tidur yang cukup. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam agar fungsi otak bekerja optimal.

2. Kurangi Stres yang Menumpuk

Stres berkepanjangan dapat membuat otak terus berada dalam kondisi siaga. Akibatnya, energi mental terkuras dan kemampuan fokus menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memunculkan rasa lelah meski tubuh sebenarnya tidak banyak melakukan aktivitas fisik.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, menulis jurnal, atau berbincang dengan orang terdekat dapat membantu menurunkan tingkat stres.

Baca Juga:  Kenapa Banyak Orang Terlihat Baik Padahal Sedang Lelah Mental?

3. Jaga Asupan Makanan dan Cairan Tubuh

Otak membutuhkan energi yang cukup untuk bekerja dengan baik. Kurangnya asupan nutrisi tertentu atau dehidrasi ringan sekalipun dapat memengaruhi konsentrasi dan suasana hati.

Karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan setiap hari. Buah-buahan, sayuran, protein, serta air putih yang cukup dapat membantu menjaga fungsi kognitif tetap optimal.

4. Batasi Paparan Informasi Berlebihan

Di era digital, otak dibanjiri informasi hampir tanpa henti. Notifikasi media sosial, berita, video pendek, hingga percakapan grup dapat membuat perhatian terpecah ke banyak arah sekaligus.

Terlalu banyak stimulasi sering kali membuat otak kelelahan. Memberi jeda dari layar dan mengurangi konsumsi informasi yang tidak perlu dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.

Baca Juga:  Kenapa Banyak Orang Sulit Menjadi Diri Sendiri di Depan Keluarga?

5. Beri Ruang untuk Istirahat Mental

Tidak semua kelelahan bisa diselesaikan dengan tidur. Ada kalanya otak membutuhkan waktu untuk berhenti menerima tugas, target, dan tekanan baru. Karena itu, penting menyediakan ruang kosong dalam rutinitas harian.

Membaca santai, menikmati alam, beribadah, atau sekadar duduk tanpa gangguan dapat menjadi cara sederhana untuk memulihkan kejernihan pikiran.

Brain Fog Bukan Kemalasan. Banyak orang mengira brain fog sama dengan malas atau kurang motivasi. Padahal keduanya berbeda.

Seseorang yang mengalami brain fog sering kali justru ingin produktif, tetapi kesulitan mengakses fokus dan energi mental yang dibutuhkan. Karena itu, memahami penyebabnya menjadi langkah penting sebelum mencari solusi.

Jika brain fog berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala fisik maupun psikologis lainnya, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan yang bijak.

Sebab pikiran yang jernih bukan hanya soal bekerja lebih produktif, tetapi juga tentang menjalani hidup dengan lebih utuh dan sadar.

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB