BPRS Amanah Ummah, Dakwah First Business Follow

Sejarah BPRS Amanah Ummah (Seri 6 dari 6)

Tim Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor–Di banyak perusahaan, kalimat yang paling sering terdengar adalah bagaimana meningkatkan penjualan, memperbesar laba, atau memperluas pangsa pasar. Semua itu memang penting karena tanpa keuntungan sebuah perusahaan tidak akan mampu bertahan. Namun di BPRS Amanah Ummah, H. Hendi Sofyan mengajak seluruh insan perusahaan memulai dari titik yang berbeda. Sebelum berbicara tentang bisnis, mereka terlebih dahulu berbicara tentang dakwah.

Cara berpikir inilah yang kemudian dirumuskan menjadi sebuah tagline sederhana, tetapi sarat makna: “Dakwah First, Business Follow.” Kalimat itu bukan slogan pemasaran, bukan pula sekadar jargon perusahaan. Ia merupakan filosofi yang tersirat yang diwariskan langsung dari cita-cita besar KH. Sholeh Iskandar ketika menggagas lahirnya BPRS Amanah Ummah pada awal 1990-an.

Bagi KH. Sholeh Iskandar, dakwah tidak selalu dilakukan dari mimbar masjid atau ruang pengajian. Dakwah juga dapat hadir melalui dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Karena itulah sepanjang hidupnya beliau membangun tiga pilar besar yang saling menguatkan: pendidikan, dakwah, dan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warisan pemikiran itulah yang kemudian dijaga oleh Bank Syariah Amanah Ummah. Hendi memahami bahwa bank ini tidak sekadar didirikan untuk menghimpun dana masyarakat atau menyalurkan pembiayaan. Sejak awal, Bank Syariah Amanah Ummah diposisikan sebagai bagian dari perjuangan membangun umat. Karena itu, orientasi utama perusahaan bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan menghadirkan kebermanfaatan melalui prinsip-prinsip syariah.

Dalam berbagai kesempatan Hendi selalu mengingatkan bahwa bisnis hanyalah kendaraan. Tujuan akhirnya adalah dakwah. Ketika niat itu benar, maka seluruh aktivitas perusahaan akan bergerak ke arah yang sama. Pelayanan kepada nasabah menjadi lebih tulus, hubungan dengan masyarakat menjadi lebih dekat, dan setiap keputusan bisnis selalu mempertimbangkan nilai-nilai yang lebih besar daripada sekadar angka keuntungan.

“Saya bilang motivasi kerja yang paling tinggi itu ibadah. Tapi di BPRS Amanah Ummah kita harus punya maqam yang lebih tinggi lagi. Kita bekerja sambil berdakwah,” tuturnya.

Baca Juga:  Kota Lestari, Satu Siswa Kota Bogor Tanam Benih Pohon

Demikian pula ketika bank memberikan pelayanan kepada pesantren, sekolah, guru, ataupun pelaku UMKM. Semua itu dipandang sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan umat. Dakwah hadir dalam bentuk pelayanan yang jujur, transaksi yang adil, serta komitmen menjaga amanah nasabah. Karena itulah Hendi tidak ingin ukuran keberhasilan perusahaan berhenti pada laporan keuangan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ketika Dakwah Melahirkan Kepercayaan

Banyak orang mengira bahwa pertumbuhan sebuah bank hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kecanggihan teknologi. Hendi memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, modal terbesar sebuah bank justru adalah kepercayaan. Dan kepercayaan tidak dapat dibeli melalui promosi yang mahal. Kepercayaan hanya lahir ketika masyarakat melihat adanya konsistensi antara ucapan dan tindakan.

Itulah yang selama lebih dari tiga dekade dibangun oleh BPRS Amanah Ummah. Mereka memilih menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah, membangun kedekatan dengan masyarakat kecil, menyisihkan keuntungan melalui zakat, infak, dan sedekah, serta terus menjaga amanah yang diwariskan para pendiri.

CSR amanah ummah
Kegiatan CSR Bank Syariah Amanah Ummah

“Alhamdulillah tahun 2026, BPRS Amanah Ummah telah menyalurkan dana CSR dalam bentuk zakat, infaq dan sedekah hampir Rp3 Miliar untuk para mustahik dengan penerima manfaat kurang lebih 25 ribu orang yang berada di sekitar kantor pusat dan cabang,” tuturnya.

Meski kantor pusatnya berada di Leuwiliang, sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, nama BPRS Amanah Ummah Lewiliang justru semakin dikenal di tingkat nasional. Hendi sering berseloroh. “Kantor pusatnya di kampung, tapi mudah-mudahan rezekinya kota,” ulasnya dengan senyuman.

Kalimat sederhana itu menggambarkan keyakinannya bahwa rezeki tidak ditentukan oleh lokasi kantor, melainkan oleh keberkahan yang lahir dari kejujuran dan amanah. Dari Leuwiliang, BPRS Amanah Ummah mulai memperoleh berbagai pengakuan dan penghargaan.

Tahun 2024, bank ini dipercaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mewakili industri BPRS di Indonesia dalam sesi diskusi bersama World Bank (Bank Dunia) mengenai model BPRS di Indonesia.

Baca Juga:  Menggurui Guru

Tidak lama kemudian, penghargaan demi penghargaan berdatangan. OJK menempatkan Bank Syariah Amanah Ummah sebagai salah satu BPRS dengan kinerja yang baik. Infobank memberikan penghargaan sebagai BPRS terbaik hingga meraih Platinum Champion karena mampu mempertahankan kinerja sehat selama sepuluh tahun berturut-turut.

Pengakuan juga datang dari Himpunan BPR Syariah se-Indonesia (HIMBARSI) atas komitmennya terhadap praktik kesyariahan (syariah compliance), serta dari TV CNBC Indonesia yang memberikan apresiasi melalui ajang penghargaan nasional di tahun 2024 dan 2025.

Penghargaan juga datang dari Infobank Sharia Award. Prestasi terbarunya meliputi penganugerahan predikat BPR Syariah dengan kinerja keuangan “Sangat Baik” serta penghargaan “Platinum Champion” atas kinerja yang sangat baik secara konsisten selama 10 tahun berturut-turut pada tahun 2015-2025.

Sementara pada tahun 2026, BPRS Amanah Ummah meraih penghargaan Excellence in Sustainable Empowerment Award dalam kategori Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) pada ajang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2026.

Bagi Hendi, semua penghargaan itu bukanlah tujuan. Itu hanyalah konsekuensi dari upaya menjaga nilai-nilai yang sejak awal diyakini. Ketika dakwah menjadi fondasi, kepercayaan tumbuh. Ketika kepercayaan tumbuh, bisnis pun ikut berkembang.

penghargaan bprs amanah ummah
Bank Syariah Amanah Ummah meraih penghargaan Excellence in Sustainable Empowerment Award kategori BPRS di Anugerah Syariah Republika (ASR) 2026.

Dari Leuwiliang Membangun Masa Depan Umat

Meski telah meraih berbagai penghargaan, Hendi tidak ingin Amanah Ummah berpuas diri. Dunia perbankan terus berubah. Teknologi berkembang sangat cepat, sementara kebutuhan masyarakat juga semakin dinamis. Karena itu, menjaga amanah juga berarti berani beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Salah satu agenda besar yang kini sedang dipersiapkan adalah transformasi digital. Hendi ingin Amanah Ummah memiliki layanan mobile banking sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan lebih mudah. Menurutnya, masa depan perbankan tidak lagi ditentukan oleh banyaknya kantor cabang atau mesin ATM, tetapi oleh kemampuan menghadirkan layanan yang praktis, cepat, dan tetap sesuai prinsip syariah.

Baca Juga:  Josephina Masneuw Janwarin: Menjaga Literasi Tetap Hidup di Sekolah

Di sisi lain, ia juga menetapkan target yang cukup ambisius, yaitu membawa aset Amanah Ummah mencapai sedikitnya Rp1 triliun dalam sepuluh tahun masa kepemimpinannya. Namun angka itu bukanlah tujuan akhir. Pertumbuhan aset hanyalah alat agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin luas.

Karena itu, Hendi selalu mengingatkan bahwa sebesar apa pun Amanah Ummah nanti tumbuh, ruhnya tidak boleh berubah. Bank ini harus tetap dekat dengan pedagang pasar, tetap berpihak kepada UMKM, tetap mendukung lembaga pendidikan, tetap menjaga kepatuhan syariah, dan memberdayakan umat sebagai bagian dari denyut kehidupannya.

Pada akhirnya, perjalanan BPRS Amanah Ummah membuktikan satu hal sederhana. Sebuah lembaga tidak harus memilih antara dakwah dan bisnis. Keduanya justru dapat berjalan beriringan ketika ditempatkan pada posisi yang benar. Dakwah menjadi kompas yang menentukan arah, sedangkan bisnis menjadi kendaraan yang mengantarkan tujuan.

Itulah makna terdalam dari filosofi yang terus dipegang H. Hendi Sofyan bersama seluruh keluarga besar BPRS Amanah Ummah. Dakwah First, Business Follow bukan berarti mengabaikan keuntungan. Justru dengan menjadikan dakwah sebagai prioritas, keberkahan melahirkan kepercayaan, kepercayaan melahirkan pertumbuhan, dan pertumbuhan membuka manfaat yang semakin luas bagi umat.

Sebagaimana diamanahkan oleh almarhum KH Sholeh Iskandar, bahwa visi dan misi BPRS Amanah Ummah bisa berperan aktif meningkatkan kualitas kehidupan umat, dalam hal ini kaum dhuafa melalui perbankan syariah. Selain itu menjadikan BPRS Amanah Ummah sebagai lokomotif yang mampu menarik gerbong umat untuk kemaslahatan. “Gerbong Amanah Ummah ini membawa umat dari lintas ormas, lintas profesi, lintas partai menuju yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Dari Leuwiliang, mereka membuktikan bahwa sebuah lembaga tidak harus lahir di pusat kota untuk menjadi besar. Selama amanah umat tetap dijaga, syariah tetap menjadi arah, dan dakwah tetap berada di depan, maka rezeki akan menemukan jalannya sendiri. Bukan sekadar rezeki bagi perusahaan, melainkan keberkahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.[]

Penulis : Fathurroji

Berita Terkait

Ria Rahma Rahayu, Juara Favorit Duta Baca Kabupaten Bogor Lewat Dongeng Nusantara
Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa
Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi
Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ustadz Syam, Guru Besar Filsafat UNIDA Gontor
Aziz Awaludin Alumni Pesantren UQI Raih Dr. Carolyn Kelley Dissertation Award dari UW-Madison

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tiga Wakil Presiden RI Lulusan Luar Negeri dan Kontribusinya Bagi Bangsa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Rimbawati, Dosen UMSU Hadirkan Energi Terbarukan dari Motor Bekas hingga Kotoran Sapi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Tembus 364 Peserta, Zahra Mahasiswi UIB Raih Best Influencer Duta Lingkungan Jabar 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bangkit darj Kegagalan, Mahasiswi UIB Raih Top 6 Duta Baca Kabupaten Bogor 2026

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB