Binanews.id| Bogor- Transformasi digital yang berkembang pesat saat ini membuat generasi muda tidak cukup hanya cakap akademik dan menguasai teknologi.
Transformasi digital menuntut generasi muda juga perlu memiliki kemampuan berpikir mendalam, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat.
Atas dasar itulah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui proses belajar yang bermakna, reflektif, dan relevan dengan tantangan nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan tersebut kemudian disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, saat itu sedang memberikan kuliah umum bertema Hukum Internasional dan Tantangannya pada Era Digital di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.
Wamendikdasmen mengatakan bahwa transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global.
Perubahan tersebut juga menghadirkan berbagai isu baru, seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial yang membutuhkan pemahaman hukum, etika, serta kolaborasi lintas negara.
“Generasi muda saat ini tentunya harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Satu hal lagi yang belum saya sampaikan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini. Oleh karena itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.
Melalui pembelajaran mendalam Kemendikdasmen juga mendorong para peserta didik diajak untuk memahami dan mengetahui konsep secara utuh kemudian menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.









