Binanews.id | Bogor– Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) mencatat enam titik yang menjadi biang kemacetan di kawasan Bogor Barat. Hal ini sering kali menjadi permasalahan yang sulit di uraikan dikarenakan sudah terjadi berlarut-larut dari pemerintah sebelumnya, dan seolah belum ditemukan solusinya.
Tujuh titik kemacetan tersebut, yaitu Jalan Lingkar Dramaga depan Hotel Berlian sampai Depan Kampus IPB, Warung Borong Ciampea, Pertigaan Situ Daun, Simpang Cinangneng, Pertigaan Cikampak, Simpang Cibatok, dan Simpang Cibungbulang.
Sebelumnya Pemkab Bogor pernah menyusun konsep untuk menangani kemacetan di wilayah sebelah barat, mulai dari penanganan jangka pendek hingga jangka panjang. Langkah strategis dan kongkrit pemkab untuk mengatasi kemaetan mulai dari memberlakukan jam operasional truk pasir besar, truk sampah hingga pembukaan jalan baru.
Bahwa langkah awal pembukaan jalur di wilayah barat dimulai dengan melanjutkan Jalur Lingkar Dramaga, Jalur Lingkar Dramaga Sesi II akan tersambung mulai dari Dramaga hingga Cikampak yang hingga kini belum terlaksana. Selain itu, Pemkab Bogor juga akan mempercepat pembangunan Jalan Rancabungur ke Galuga ini pun masih banyak menemui kendala, dikarenakan proses pembebasan lahan yang banyak terhambat permasalahan di lapangan. Alternatif ini untuk pengguna jalan dari Leuwiliang atau Leuwisadeng sudah tidak perlu lagi lewat Cibungbulang, melainkan bisa langsung lewat akses jalan Galuga ke Rancabungur.
Kemudian, penanganan kemacetan jangka pendek di wilayah barat dilakukan dengan pemberlakuan jam operasional truk sampah dan truk pasir besar seperti yang sudah berlaku di jalur utara, yakni di jalur lingkar galuga langsung mengarah ke TPA, sedangkan untuk kendaraan pribadi bisa langsung melewati terminal leuwiliang menuju leuwisadeng hingga jasinga.
Selain itu yang masih sering terjadi penyebab utama kemacetan di jalur Leuwiliang – Bogor, intensitas jam keluar anak sekolah yang relatif bersamaan sehingga menimbulkan rangkaian angkutan umum (angkot) yang mengetem dibahu jalan menunggu penumpang menjadi penyebab utama penyempitan jalan ditambah lagi semakin banyaknya lalu lalang kendaraan bermotor yang dikendarai oleh siswa sekolah menjadi salah satu penyebab utama over kapasitas pengguna jalan raya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, selayaknya harus meninjau kembali semua kebijakan terkait lalu lintas di wilayah bogor barat agar menghadirkan rasa aman, tenang, dan memastikan lancarnya berkendara di jalur bogor barat sehingga dapat memudahkan masyarakat bogor barat melakukan aktivitasnya tanpa ada lagi kendala kemacetan yang mengakibatkan pemborosan biaya dan waktu. (Ted)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT









