Rajin Ibadah tapi Terasa Hampa? Ini Nasihat Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Ahmad Thursina Roja

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id |  Shalat jalan terus, puasa tidak pernah bolong, tapi hidup rasanya begitu-begitu saja. Marah masih gampang meledak, hati masih sering iri. Kalau kamu pernah merasakannya, pertanyaan itu pula yang dijawab Dr. Fahruddin Faiz dalam serial Ngaji Filsafat di kanal YouTube Mengaji Hening, saat ia membedah kitab Sirrul Asrar karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

“Kenapa selama ini ibadah kita rasanya kok formalitas, ndak ngefek sama sekali dengan kehidupan kita? Karena kita ada dalam kegelapan,” kata Fahruddin Faiz. Akal bisa saja cerdas, pandai mengkritik sana-sini, tetapi hidup sehari-hari tidak mencerminkan apa yang diucapkan. Sumbernya satu, hati yang gelap.

Fahruddin Faiz meminjam perumpamaan Imam al-Ghazali. Kotoran hati itu seperti satu titik noda di kaca. Dibersihkan segera, mudah hilang. Dibiarkan dan terus ditambah, lama-lama kaca itu legam — dan yang gelap pun akhirnya kita anggap terang, sebab kita tidak pernah melihat cahaya.

Baca Juga:  HUT Ke-81 RI, Sebanyak 1,5 Juta Obat Keras Dimusnahkan, 91 Tersangka Ditangkap

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani memberi tiga langkah untuk menyingkap kegelapan itu dengan cara cari ilmunya dulu, amalkan dengan sungguh-sungguh, lalu gunakan ilmu itu untuk menaklukkan ego. Ilmu yang menumpuk tanpa amal tidak menaikkan kualitas hidup sedikit pun.

Dari sana, Fahruddin Faiz mengurai makna batin rukun-rukun ibadah. Syahadat, misalnya, tidak boleh berhenti di mulut. Ia harus menjadi cara hidup, Allah selalu nomor satu (wahid), dan Allah satu-satunya sandaran (shamad). “Kita ndak menggantungkan diri pada ijazah, pada IP, pada gelar, pada uang, pada jabatan. Allah saja tempat kita bersandar,” ujarnya.

Salat pun ada dua jenis. Merujuk Surah Al-Baqarah ayat 238, Syaikh Abdul Qadir memaknai shalat wustha sebagai salat kalbu — salat hati yang tidak mengenal waktu. Masjidnya hati, jamaahnya seluruh anggota tubuh, imamnya ketundukan kepada Allah. Di sinilah Fahruddin Faiz menjawab keheranan banyak orang, kenapa ada yang rajin ke masjid lima waktu tetapi masih korupsi dan menyakiti orang lain? “Itu yang salat baru fisiknya, kalbunya belum shalat.”

Baca Juga:  Perkuat Budaya Riset, Mahasiswa BKPI UIB Ummul Quro Kunjungi Kemendiktisaintek

Zakat juga punya sisi batin. Jangan menghitung kembalian, sebab itu sama saja berdagang dengan Allah. Jangan pula merasa sedang menolong — kalau Allah mau, semua orang miskin bisa Dia cukupi tanpa perantara kita. Zakat adalah latihan melepas kelekatan pada milik, latihan membunuh ego. Begitu juga puasa batin, kemampuan mengendalikan diri sepanjang waktu, yang batal setiap kali kita tergoda dunia. Sedangkan haji batin adalah perjalanan mencari “Ka’bah rahasia” yang letaknya di dalam hati sendiri.

Baca Juga:  Ketika Anak Mulai Banyak Bertanya Soal Tuhan: Tantangan Keluarga Muslim di Era Digital

Di ujung kajian, ada peringatan yang patut direnungkan. Sebaik apa pun amal, ia bisa rusak oleh sifat-sifat penyusup. Marah merusak iman sebagaimana cuka merusak madu. Hasad membakar kebaikan seperti api melahap kayu bakar. Dan ghibah — yang kini begitu mudah dilakukan lewat gawai — disebut lebih buruk daripada zina.

Nasihat sembilan abad silam itu terasa dekat sekali. Barangkali kita tidak perlu langsung mengejar tingkatan zikir para sufi. Cukup mulai dari yang sederhana, sebelum takbir, berhenti sejenak dan bertanya — badanku sudah bersih, tapi hatiku sudah ikut suci atau belum?

Disarikan dari ceramah Dr. Fahruddin Faiz, “Ilmu dari Syaikh Abdul Qadir Jailani untuk Meraih Cahaya Allah”, serial Ngaji Filsafat, kanal YouTube Mengaji Hening.

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB