Dedie Rachim dan DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

Bisyral

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor-Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyerahkan ijazah bagi pelajar prasejahtera Kota Bogor yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Senin (31/8/2026).

Pembagian ijazah bagi pelajar ini merupakan wujud dorongan, dukungan, dan kehadiran pemerintah bersama DPRD Kota Bogor dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendukung keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dedie Rachim mengatakan keberlanjutan pendidikan merupakan bagian penting dalam mengubah nasib keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar. Cari peluang untuk lanjut ke D3, D4, S1, S2, hingga S3,” ucap Dedie Rachim.

Dedie Rachim menyampaikan, keberadaan sekolah di Kota Bogor sudah cukup memadai. Namun demikian, jumlah sekolah negeri belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar yang mencapai sekitar 17.000 siswa per tahun.

Baca Juga:  Berita Hoax, Menteri Agama Nasaruddin Umar Melarang Penyembelihan Hewan Kurban

Sementara itu, sekolah SMP negeri yang berada di bawah kewenangan Pemkot Bogor berjumlah 23 sekolah. Sedangkan SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masing-masing sebanyak 10 SMAN dan 4 SMKN.

“Namanya sekolah swasta tentu membutuhkan biaya, karena tidak semuanya tertutupi melalui BOS Daerah maupun BOS APBN. Mau tidak mau masih dibutuhkan biaya operasional di sekolah swasta,” ujarnya.

Di Kota Bogor, penanganan anak putus sekolah dan bantuan pendidikan dinilai sudah cukup baik. Namun, mereka yang tidak bersekolah sering kali enggan untuk melanjutkan pendidikan sehingga diperlukan penguatan dari keluarga yang terus didorong oleh pemerintah.

Baca Juga:  HJB 544, Disnaker Kota Bogor dan Yugma Foundation Kolaborasi Cetak PMI Unggul

Pada Tahun Anggaran 2026, penerima manfaat pelunasan ijazah ini berjumlah 988 siswa yang berasal dari 59 sekolah. Adapun rincian penerima manfaat berdasarkan jenjang pendidikan sebagai berikut:

• Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 8 siswa;

• Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 53 siswa;

• Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 927 siswa.

Dari total penerima manfaat tersebut, sebanyak 118 siswa hadir secara langsung sebagai perwakilan dalam kegiatan penyerahan pelunasan ijazah di DPRD Kota Bogor, didampingi kepala sekolah dari masing-masing sekolah.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan program ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

“Ini diawali dengan kami mendapatkan banyak masukan, banyak keluhan dari siswa-siswa yang tertahan ijazahnya karena biaya,” ungkapnya.

Kemudian, DPRD Kota Bogor mengumpulkan para kepala sekolah. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa biaya operasional sekolah swasta masih menjadi kebutuhan, sehingga siswa juga dikenakan biaya.

Baca Juga:  Ribuan Motor Listrik Milik BGN Terbengkalai di Sentul Bogor

“Maksudnya memang berjuang baik ya untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik untuk warga Kota Bogor. Dan tentu dari sanalah pembahasan-pembahasan kita mulai, dan alhamdulillah pada periode lalu dan para pimpinan yang lain, alhamdulillah sudah terlaksana,” ungkapnya.

Pihaknya berpesan kepada para pelajar bahwa program ini merupakan hasil perjuangan panjang DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor.

“Oleh karena itu, menganggarkan biaya tebus ijazah ini merupakan perjuangan. Mudah-mudahan adik-adik itu sempat menyelipkan doa-doa terbaik untuk Pak Wali beserta jajaran dan DPRD beserta jajaran. Mudah-mudahan senantiasa disehatkan, dikuatkan untuk senantiasa mengawal program-program yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB