Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Oleh: Tamsil Linrung (Wakil Ketua DPD RI)

Tim Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang ayah yang kehilangan anak. Tidak ada kitab yang mampu menjelaskan mengapa takdir terkadang meminta seorang ayah mengantarkan putrinya lebih dahulu menuju pusara. Semua teori tentang kesabaran mendadak terasa kecil ketika seorang ayah berdiri di hadapan gundukan tanah merah anaknya. Mengusap kembang aneka warna, seperti kenangan yang menjadi mozaik cerita.

Hari ini, saya memahami bahwa ada luka yang tidak ditujukan untuk benar-benar sembuh. Ia hanya diajarkan agar dipikul, meski dengan hati yang pilu.

Putri sulung saya, Azizah Nurul Izzah, telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Ia menjalani ujian sakit dengan kesabaran yang nyaris tak pernah jadi keluhan. Allah memanggilnya pulang. Pada usia yang bagi banyak orang adalah puncak kematangan. Namun bagi Allah, setiap jiwa telah memiliki batas waktu yang telah ditentukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurul adalah anak pertama saya. Ia tidak sekadar anak yang lahir lebih dahulu. Dialah manusia yang mengubah seorang lelaki biasa menjadi seorang ayah. Sebelum kehadirannya, saya hanyalah seorang laki-laki yang menjalani hidup. Tangis pertamanya yang memecah keheningan, menandai sebuah amanah. Bahwa Allah menitipkan gelar yang jauh lebih mulia daripada jabatan apa pun. Gelar Ayah.

Baca Juga:  36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Tidak semua lelaki memperoleh kehormatan itu. Dan mahkota itu saya dapatkan melalui Nurul.

Karena itu, mustahil seorang ayah dapat memisahkan sebagian dirinya dari anak pertama. Ia adalah kepingan hati yang berjalan di luar tubuh. Berapa pun usianya, sejauh apa pun melangkah, ia tetap menjadi bagian dari jiwa yang tak pernah benar-benar lepas.

Nama Azizah Nurul Izzah terilhami dari persahabatan saya dengan Dato’ Seri Anwar Ibrahim, yang kini mengemban amanah sebagai Perdana Menteri Malaysia. Bertahun-tahun silam saya berkantor di Malaysia, menjadi Wasekjen Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara
(PEMIAT). Di organisasi kepemudaan ini, Dato’ Seri Anwar Ibrahim sebagai pembina. Saya mengagumi nama putri beliau. Namanya begitu indah, Nurul Izzah. Cahaya kemuliaan.

Maka saya dawamkan nama itu sebagai doa, agar cahaya kemuliaan senantiasa menyertai perjalanan hidup putri saya.

Allah benar-benar meninggikan nama Nurul Izzah. Caranya tak pernah saya bayangkan. Nama Nurul Izzah bukan lagi sekadar nama seorang anak. Sejak tahun 2010, Ia telah menjadi nama masjid di lingkungan Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM). Lembaga pendidikan yang kami dirikan sebagai ikhtiar kecil berkontribusi membangun umat dan peradaban bangsa. Nurul Izzah menjadi jantung aktivitas pembinaan generasi muda di ICM yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Prodi KPI IUQI Bogor Jalin Kolaborasi Lintas Institusi di Yogyakarta

Sejujurnya, tidak pernah ada rencana muluk-muluk. Ia muncul karena keindahan. Ketika masjid itu membutuhkan sebuah nama, tidak ada diskusi panjang, tidak ada perdebatan. Entah mengapa, secara spontan hanya satu nama yang memenuhi ruang batin saya. Nurul Izzah.

Seolah Allah sendiri yang menuntun, mengabadikan cinta seorang ayah melalui rumah-Nya. Maka ketika adzan berkumandang dari masjid itu, ketika anak-anak belajar mengaji di dalamnya, ketika sujud-sujud panjang dihamparkan, saya berharap setiap doa yang terangkat ke langit menjadi hadiah yang terus mengalir untuk putri saya. Barangkali inilah cara Allah menghibur seorang ayah.

Mengubah air mata menjadi amal jariyah.
Mengubah kehilangan menjadi jalan pahala.
Mengubah seorang anak menjadi monumen cinta.

Saya tahu, tidak ada kalimat yang mampu menghapus rasa kehilangan ini. Orang boleh berkata waktu akan menyembuhkan. Namun bagi saya, waktu tidak bisa benar-benar menghapus duka. Waktu hanya mengajarkan kita berdamai dengannya. Mengikhlaskannya.

Baca Juga:  Bersyukur di Tengah Beban Hidup yang Tak Ringan

Kini setiap kenangan bersama Nurul berkelindan dalam doa yang lirih. Mungkin, begitulah cinta bekerja. Ia tidak berhenti ketika kematian datang. Ia hanya berpindah bentuk.

Ya Allah, terimalah Nurul Izzah dalam keluasan rahmat-Mu. Jadikan sakit yang ia jalani sebagai penggugur dosa. Lapangkan kuburnya. Terangi alam barzakhnya. Tempatkan ia bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Izinkan kami kelak bertemu kembali, di tempat yang tidak lagi mengenal perpisahan.

Bagi seorang ayah, cinta kepada anaknya tidak pernah berakhir di atas pusara. Ia hanya berubah. Kini dirapalkan menjadi doa yang tak pernah punya jeda. Innalillahi wainnailaihi raajiun. Segala yang datang dari Allah akan kembali kepada Allah.

Di antara semua titipan yang pernah Allah anugerahkan, Nurul Izzah adalah salah satu karunia paling indah. Kini ia telah pulang. Tetapi cinta kepadanya tidak lekang. Selama masih ada hati yang mengingatnya. Selama masih ada doa yang menyebut namanya. Dan selama Masjid Nurul Izzah berdiri, menjadi tempat orang-orang bersujud kepada Allah, di sanalah cinta seorang ayah akan terus hidup, mengalir bersama setiap ayat yang dilantunkan bergemuruh menuju langit.[[

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB