Lima Film Sedih, Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Dunia

Tedy

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Binanews.com | Bogor — Kecelakaan kereta api yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di Bekasi, Senin malam (27/4/2026). Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di perlintasan rel serta kewaspadaan semua pihak dalam berlalu lintas.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika sebuah taksi listrik Green SM berhenti di tengah perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, Bekasi. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak dapat segera keluar dari jalur rel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama kemudian, taksi tersebut tertabrak KRL Commuter Line jurusan Jakarta–Cikarang. Situasi semakin memburuk ketika Kereta Api Agro Bromo yang melintas di jalur yang sama turut menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, 84 korban luka mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan Jakarta.

Baca Juga:  Belasan Anjing Pemburu Lepas di Jasinga, Polisi Terjunkan Tim K9 Lakukan Pencarian

Tragedi ini menambah daftar kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih kerap terjadi di Indonesia. Banyak kasus serupa disebabkan oleh kelalaian, kurangnya disiplin berlalu lintas, serta kondisi perlintasan yang belum sepenuhnya aman. Oleh karena itu, edukasi keselamatan menjadi hal krusial, baik bagi pengguna jalan maupun pengelola transportasi.

Di sisi lain, berbagai tragedi kecelakaan kereta api juga kerap diangkat ke layar lebar sebagai refleksi sosial dan pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi. Film-film tersebut tidak hanya menyajikan kisah dramatis, tetapi juga mengandung pesan kemanusiaan dan pembelajaran dari peristiwa nyata.

Film yang Mengangkat Tragedi Kecelakaan Kereta Api

Tragedi Bintaro (1987)
Kecelakaan kereta api di Bintaro menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 19 Oktober 1987 di kawasan Pondok Betung, melibatkan KA 220 Ekonomi Patas jurusan Tanah Abang–Merak dan KA 225 Lokal Rangkasbitung–Jakarta Kota.
Tabrakan frontal di lintasan tersebut menyebabkan 139 orang meninggal dunia dan 254 orang luka-luka.
Kisah ini kemudian diangkat ke layar lebar oleh sutradara Buce Malawau pada tahun 1989, dengan fokus cerita pada perjuangan seorang nenek bernama Minah yang kehilangan keluarganya akibat tragedi tersebut. Film ini juga memuat kritik sosial terhadap sistem keselamatan transportasi pada masanya.

Baca Juga:  Motor Terbakar di Ciwaringin, Warga Padamkan Api dengan Air Dan Karung

The Sabarmati Report
Film drama asal India ini mengangkat tragedi pembakaran kereta di Godhra pada tahun 2002. Ceritanya mengikuti seorang jurnalis yang melakukan investigasi mendalam dan menemukan fakta-fakta yang berbeda dari narasi awal peristiwa tersebut. Film ini menyoroti pentingnya objektivitas dan keberanian dalam mengungkap kebenaran.

The 15:17 to Paris
Film ini diangkat dari kisah nyata upaya tiga tentara Amerika Serikat yang menggagalkan serangan teroris di dalam kereta Thalys rute Amsterdam–Paris pada tahun 2015. Keberanian mereka berhasil menyelamatkan ratusan penumpang, menunjukkan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

Baca Juga:  Camat Bogor Tengah Gerak Cepat Beri Bantuan Korban Longsor di Paledang

Unbreakable (2000)
Meski bergenre fiksi thriller, film ini diawali dengan adegan kecelakaan kereta api besar. Tokoh utama, David Dunn, menjadi satu-satunya korban selamat dari insiden yang menewaskan 131 orang. Film ini menggambarkan dampak psikologis dan keajaiban yang jarang terjadi dalam tragedi besar.

Bullet Train Explosion (1964)
Film ini mengisahkan ancaman teror di kereta cepat Jepang, di mana sebuah bom akan meledak jika kecepatan kereta turun di bawah batas tertentu. Cerita menyoroti kepanikan, pengambilan keputusan cepat, serta kerja sama dalam menyelamatkan penumpang. Film ini juga menggambarkan dinamika kemanusiaan dalam situasi krisis.

Peristiwa kecelakaan di Bekasi menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap rambu, kewaspadaan di perlintasan sebidang, serta peningkatan sistem pengamanan menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.[]

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB