KPK Kawal SPMB, Dunia Pendidikan Sedang Krisis Integritas

Prabu

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta — Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menuai sorotan dari Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII). Organisasi pelajar tersebut menilai langkah pengawasan yang dilakukan KPK menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam tata kelola pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga, menyebut masuknya lembaga antirasuah ke ranah penerimaan murid baru tidak boleh dianggap sebagai hal yang normal. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan internal yang seharusnya dijalankan oleh institusi pendidikan dan pemerintah daerah.

“Ketika proses penerimaan murid baru harus dikawal ketat oleh KPK, ini menjadi tanda bahwa sistem pengawasan internal belum berjalan optimal,” ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga:  Mengapa Sering Mati Lampu Akhir-Akhir ini? Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai sekolah seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan integritas sejak dini. Karena itu, praktik-praktik yang membuka peluang penyimpangan dalam proses penerimaan peserta didik perlu menjadi perhatian serius. Kevin juga mengingatkan agar keterlibatan KPK tidak dijadikan solusi permanen setiap tahun ajaran baru.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola pendidikan agar proses penerimaan murid dapat berjalan transparan tanpa ketergantungan pada pengawasan eksternal.

Baca Juga:  Kasus Pelajar Tewas, PB PII Gaungkan Supremasi Sipil

Di sisi lain, PB PII turut menyoroti persoalan ketimpangan akses pendidikan yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Ketua III PB PII Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar, Muhammad Khazimi, menilai berbagai polemik penerimaan murid baru tidak bisa dilepaskan dari kesenjangan kualitas sekolah dan hambatan ekonomi yang masih terjadi di berbagai daerah.

Menurutnya, praktik manipulasi data maupun dugaan jual beli kuota sering kali muncul karena tingginya persaingan untuk masuk ke sekolah yang dianggap unggulan.

“Akar persoalannya bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga ketimpangan mutu pendidikan yang belum merata,” kata Khazimi.

Ia menilai pemerataan kualitas sekolah menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan dalam proses penerimaan peserta didik setiap tahun.

Baca Juga:  Pemkab Bogor: Pemerataan Kualitas Pendidikan menjadi Prioritas Utama

Khazimi juga mendorong pemerintah memperkuat sistem digital yang transparan dan dapat dipantau publik secara real time. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk mencegah penyimpangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi.

PB PII berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi penerimaan murid baru agar lebih adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurut organisasi tersebut, pendidikan harus tetap menjadi ruang yang menjunjung integritas serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas.

Berita Terkait

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan
Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian
Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya
Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
Kemendikdasmen Susun Skema Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Respons Kemenag
Transformasi Desa: Mengubah Posisi Desa dari Obyek Menjadi Subyek Pembangunan
Kemenag dan Al-Azhar Mesir Sepakati Skema Gelar Ganda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Akademisi UGM Satyawan Pudyatmoko, Diangkat Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Koperasi Merah Putih Bakal Jadi Saluran Pembayaran Gaji PNS dan Pensiunan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kemanag Buka Pengajuan Bantuan Masjid dan Mushola, Ini Syarat dan Jadwalnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB