Kebiasaan yang Memicu Risiko Kanker Lambung Naik 2 Kali Lipat

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Keseringan minum manis tidak baik bagi kesehatan. Namun, hal itu tampaknya tidak menghentikan banyak orang untuk mengonsumsinya, bahkan setiap hari.

Sekitar dua pertiga orang dewasa di Amerika Serikat diketahui mengonsumsi setidaknya satu minuman berpemanis setiap hari.

Kebiasaan serupa juga dilakukan oleh sebagian besar anak-anak di AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian terbaru menunjukkan, kebiasaan tersebut mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko kanker secara signifikan.

Dalam analisis yang dipublikasikan di jurnal Gastro Hep Advances, peneliti menemukan, orang yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berpemanis setiap hari memiliki kemungkinan sekitar 2,45 kali lebih tinggi mengalami kanker lambung dibandingkan mereka yang tidak pernah mengonsumsi minuman manis.

“Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan kanker lambung pada populasi Amerika Serikat,” kata penulis senior sekaligus ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital, Andrew T. Chan, dikutip dari Science Alert.

“Kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker terbesar kelima di dunia. Namun, kita masih mengetahui sangat sedikit tentang bagaimana pola makan dapat berkontribusi terhadap kanker ini.”

Baca Juga:  Dinkes Kota Bogor Tetapkan 24 Jenis Standar Pelayanan Publik

Meski hubungan antara kanker lambung dan minuman manis sebelumnya belum menunjukkan hasil yang pasti, dampak negatif minuman berpemanis terhadap kesehatan telah banyak diketahui.

Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi minuman berpemanis dengan lebih dari 180.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia, peningkatan risiko diabetes tipe 2, obesitas, serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

Minuman berpemanis juga sebelumnya telah dikaitkan dengan sejumlah jenis kanker, termasuk kanker payudara, hati, dan kolorektal.

Para ilmuwan sebelumnya telah meneliti kemungkinan hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dan kanker lambung. Namun, hasil penelitian masih belum konsisten, kemungkinan karena keterbatasan data.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas, tim Chan menganalisis data dari dua studi besar, yakni Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study, yang melibatkan lebih dari 112.000 peserta secara keseluruhan.

Dalam kedua studi tersebut, peserta mengisi kuesioner setiap dua tahun mengenai pola makan, termasuk konsumsi minuman berpemanis seperti minuman bersoda, punch, limun, dan minuman olahraga. Mereka juga memberikan informasi mengenai gaya hidup, riwayat kesehatan, serta kondisi penyakit yang dialami.

Baca Juga:  Nelly Nurul Awaliyah: Dari Hobi Menulis jadi Penulis Novel Digital Produktif

Pada periode 1986 hingga 2022, dari 112.284 peserta, tercatat 278 kasus kanker lambung.

Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berpemanis setiap hari, yang didefinisikan sebagai satu porsi berukuran 8 ons atau sekitar 237 mililiter, memiliki kemungkinan 2,45 kali lebih besar mengalami kanker lambung dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi minuman manis, setelah memperhitungkan sejumlah faktor risiko lain.

Peningkatan risiko tersebut terlihat pada laki-laki maupun perempuan. Perempuan yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis setiap hari memiliki risiko sekitar tiga kali lipat mengalami kanker lambung, sedangkan laki-laki memiliki risiko sekitar dua kali lipat, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi minuman berpemanis.

Menariknya, peneliti tidak menemukan hubungan antara konsumsi minuman dengan pemanis buatan dan kejadian kanker lambung.

Temuan ini berbeda dari kekhawatiran sebelumnya mengenai kemungkinan dampak pemanis buatan terhadap risiko kanker.

Namun, penelitian ini merupakan studi observasional, sehingga hanya dapat menunjukkan adanya hubungan atau korelasi, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat.

Baca Juga:  Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Artinya, peneliti belum dapat menyimpulkan bahwa konsumsi minuman berpemanis secara langsung menyebabkan seseorang mengalami kanker lambung.

Ada kemungkinan faktor lain turut berperan dalam terjadinya penyakit tersebut.

Penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Peneliti memiliki informasi yang terbatas mengenai infeksi Helicobacter pylori, bakteri yang menginfeksi lambung dan merupakan salah satu faktor risiko kanker lambung.

Selain itu, data mengenai riwayat kesehatan dan riwayat kanker lambung dalam keluarga pada sebagian peserta juga tidak sepenuhnya tersedia.

Mengenai bagaimana minuman berpemanis mungkin berkontribusi terhadap perkembangan kanker lambung, hal tersebut berada di luar cakupan penelitian.

Meski begitu, peneliti menyebut sejumlah mekanisme yang mungkin berperan.

Beberapa di antaranya meliputi penambahan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan, kerusakan DNA, dan disbiosis atau ketidakseimbangan mikroorganisme dalam tubuh.

Para peneliti menekankan bahwa mekanisme pasti yang mendasari potensi efek karsinogenik dari minuman berpemanis masih belum diketahui.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut sekaligus mengetahui mekanisme biologis yang mungkin terlibat.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB