Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Bisyral

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan kebakaran yang terjadi di kawasan TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, tepatnya berasal dari area ladang atau lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA, bukan dari tengah timbunan sampah aktif.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, api berasal dari area lahan yang berada di sekitar kawasan TPA dan kemudian merambat ke sejumlah area pembuangan sampah lama.

“Asalnya bukan di tempat pembuangan sampah, tetapi di area ladang atau area lahan pertanian yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Galuga,” kata Rudy saat meninjau lokasi.

Baca Juga:  Mendikdasmen Tekankan Peran Pengawas Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sampah yang terlihat terbakar berada di lokasi pembuangan yang sudah tidak digunakan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Kota Bogor.

Berdasarkan pemantauan terakhir, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektar berdasarkan luasan area yang terbakar dan bekas rambatan api.

Saat ini masih terdapat empat titik api yang menyala dan terus menjadi fokus pemadaman. Arah angin bergerak ke timur sehingga kondisi tersebut juga menjadi perhatian petugas.

Baca Juga:  Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga

Untuk mengantisipasi rambatan api, tiga unit beko dikerahkan membuat parit di sepanjang garis hijau yang ditetapkan sebagai pagar pembatas.

Rudy menjelaskan, proses pemadaman juga menghadapi kendala akses karena titik api berada di bagian belakang kawasan TPA.

Petugas kemudian menyambungkan selang pemadam hingga sekitar 400–500 meter untuk mencapai titik api. Meski tekanan air semakin menurun karena jarak yang cukup jauh, pemadaman tetap dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Buka Peluang Beasiswa S2 Bidang Pendidikan di Inggris

Untuk penyebab kebakaran, Rudy mengatakan hingga saat ini belum dapat disimpulkan. Petugas masih berfokus pada pemadaman agar api tidak menjalar lebih jauh.

Penanganan melibatkan Polres Bogor, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, pelayanan TPA Galuga ditutup sementara selama satu hari pada 8 September 2026 agar akses kendaraan pemadam dan distribusi air dapat dioptimalkan selama proses penanganan.

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya
Karhutla Picu Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB