Dinkes Bogor Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus di Kota Bogor

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan hingga 15 Mei 2026 belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah Kota Bogor. Pernyataan itu disampaikan menyusul hebohnya temuan kasus hantavirus di Kapal Ekspedisi MV Hondius yang dilaporkan menginfeksi delapan orang dan menyebabkan tiga kematian.

Dalam keterangan resminya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, mengatakan penyakit hantavirus merupakan zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

Virus ini berasal dari genus Orthohantavirus dan dapat menyerang sistem pernapasan maupun ginjal manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Kereta Api Argo Bromo Anggrek Tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur

Kasus di MV Hondius menjadi perhatian dunia kesehatan internasional. Investigasi menyebut strain yang ditemukan adalah Andes virus, jenis hantavirus yang lazim ditemukan di Amerika Selatan dan dikenal sebagai satu-satunya strain yang dapat menular antarmanusia.

Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebut penularan hantavirus pada umumnya terjadi akibat paparan urin, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi, sentuhan pada benda tercemar, hingga gigitan tikus.

Gejala awal hantavirus kerap sulit dikenali karena mirip penyakit umum lainnya. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, hingga nyeri perut. Dalam kondisi berat, penyakit dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan akut, penumpukan cairan di paru-paru, gangguan ginjal, hingga kegagalan organ.

Baca Juga:  JungleLand Sentul Hadirkan Promo di LIburan Sekolah

Berdasarkan data surveilans 2025, Indonesia mencatat 10 kasus konfirmasi hantavirus di lima provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta.

Di Jawa Barat sendiri terdapat dua kasus konfirmasi, masing-masing di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan penyakit virus Hanta melalui sistem kewaspadaan dini dan respons.

Baca Juga:  Guru SD di Bogor Jadi Korban Begal Saat Nyambi Ngojek

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus.

Masyarakat diimbau tidak panik serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dinkes meminta warga tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi tercemar kotoran tikus, serta segera memeriksakan diri jika mengalami demam atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang terpapar rodensia.[]

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB