Binanews.id | Banten — Bawaslu Provinsi Banten bersama Aliansi Mahasiswa Banten menggelar diskusi publik bertajuk “Pemilu: Demokrasi Tidak Berakhir di TPS” pada Rabu (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan kalangan mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024 sekaligus memperkuat komitmen menjaga kualitas demokrasi.
Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Badrul Munir, menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti ketika masyarakat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menurutnya, demokrasi berlanjut melalui sikap menghormati hasil pemilu serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan.
“Hasil Pemilu 2024 merupakan produk demokrasi yang lahir dari proses panjang reformasi dan kedaulatan rakyat. Menghormati hasil pemilu merupakan bagian dari penghormatan terhadap demokrasi itu sendiri,” ujar Badrul.
Ia menjelaskan, setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah terpilih menjalankan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
Meski demikian, Badrul menegaskan bahwa ruang kritik tetap menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, kritik yang santun, berbasis data, serta berorientasi pada solusi justru dapat memperkuat kualitas demokrasi dan mendorong pemerintahan yang lebih baik.
“Demokrasi yang sehat tidak hanya ditandai oleh kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga oleh kedewasaan dalam menyampaikan kritik. Mahasiswa dan masyarakat sipil tetap memiliki peran penting untuk mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif,” katanya.
Dalam forum tersebut, hadir pula Sekretaris Jenderal BEM Nusantara Banten bersama sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi kemahasiswaan di Provinsi Banten.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menjalankan fungsi intelektual dan kontrol sosial sebagai bagian dari pilar demokrasi.
Namun demikian, mahasiswa juga memandang hasil Pemilu 2024 sebagai keputusan politik yang telah ditentukan rakyat melalui mekanisme demokratis.
“Kami memandang bahwa menghormati hasil pemilu merupakan bagian dari komitmen terhadap demokrasi. Pada saat yang sama, mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik melalui kajian, kritik, dan masukan yang objektif,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.
Namun perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persatuan dan kepentingan bangsa yang lebih besar.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Banten dan Aliansi Mahasiswa Banten berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang lebih dewasa.
Penghormatan terhadap hasil pemilu diharapkan dapat berjalan beriringan dengan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan demi kemajuan bangsa.








