Vaksin HPV Anak Laki-laki Mulai Diberikan Di 3 Provinsi Pada 2026

Bisyral

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor– Kementerian Kesehatan RI mulai memberikan vaksin human papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki kelas 5 SD atau berusia sekitar 11 tahun di tiga provinsi pada Agustus 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ketiga provinsi tersebut yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, dan Bali.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr Indri Yogyaswari, MARS, mengatakan pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki akan dilakukan secara bertahap sebelum diperluas secara nasional.

“Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk bias bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali,” kata Indri dalam konferensi pers, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:  Dampak Rokok pada Keluarga: Bukan Hanya tentang Perokok

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki dilakukan untuk mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim pada perempuan.

Menurutnya, pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki sebelumnya direncanakan dimulai secara nasional.

“Cuma memang targetnya langsung nationwide, kalau di renaksi yang lalu ya. Nah saat ini renaksi tersebut sedang dalam proses revisi, jadi kami ingin membuat program yang lebih bertahap gitu ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Indri mengatakan pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki akan diperluas ke tiga provinsi lainnya pada 2027, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

Baca Juga:  Kenapa Kebiasaan Baik Sulit Bertahan? Ini Penyebabnya

Kemudian, pada 2028, program tersebut akan diperluas ke Jawa Timur. Dengan demikian, terdapat tujuh provinsi yang menjadi wilayah pelaksanaan program secara bertahap selama tiga tahun sebelum ditargetkan berlaku secara nasional.

“Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide,” tutur Indri.

Ia mengatakan pelaksanaan secara bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah yang menjadi sasaran.

Baca Juga:  Saat Pasangan Lelah, Jangan Tambah Bebannya

“Kenapa demikian? Karena memang dari sisi rekomendasi KIN atau Komisi Imunisasi Nasional dan WHO juga, jadi memang untuk yang HPV Boys ini tidak ada syaratnya. Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide,” lanjutnya lagi.

Menurut Indri, pendekatan bertahap juga dilakukan agar pelaksanaan program dapat dievaluasi sebelum diperluas ke seluruh Indonesia.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya
Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up
Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi
5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah
Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa
Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?
Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan sebagai Pencegahan
Tips Memilih Travel Umroh untuk Keluarga Muslim di Bogor Jawa Barat
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Tips Memilih Laptop untuk Kerja dari Rumah agar Produktif dan Hemat Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Downgrade Lifestyle Makin Marak, Pakar Ingatkan Jangan Tunda Medical Check-up

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIB

Khawatir Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bisa Bantu Deteksi

Jumat, 25 September 2026 - 16:40 WIB

5 Hal Penyakit Ginjal yang Sering Disalahpahami, Nggak selalu Cuci Darah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB