50 Mahasiswa FDKI IUQI Bogor Ikuti Yudisium

Tedy

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor– Seluruh dosen struktural Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Manajemen Dakwah (MD) Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor, menggelar agenda yudisium bagi 36 mahasiswa KPI dan 14 mahasiswa MD di Aula Perpustakaan Gedung D, Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai penanda berakhirnya proses akademik mahasiswa di jenjang strata satu (S1) dengan gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Sebanyak 50 mahasiswa FDKI resmi menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) setelah dinyatakan lulus dalam proses yudisium. Mereka telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik yang menjadi syarat kelulusan, mulai dari perkuliahan, tugas akhir, hingga evaluasi akhir program studi selama 4 tahun.

Ketua Program Studi KPI, Akhmad Syaoqillah, S.Sos.I, M.Si menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa KPI yang lulus telah melalui proses akademik secara menyeluruh dan sesuai ketentuan. “Seluruh tahapan dan proses akademik telah dilalui mahasiswa sehingga mereka resmi menyandang gelar sarjana,” ujarnya di Bogor, Senin, (29/6)

Senada dengan kaprodi KPI, Irfan selaku kaprodi MD, mengiyakan bahwa proses akademik telah selesai dilewati oleh mahasiswa MD, maka mereka berhak menyandang gelar Sarjana Sosial. Ia juga mengapresiasi perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras dan komitmen yang konsisten. “Alhamdulillah, kerja keras mahasiswa membuahkan hasil, sekarang mereka sudah sah sebagai sarjana,” tambahnya.

Lebih lanjut, Akhmad Syaoqillah berpesan, berharap para lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dari semua dosen pengajar, selama kurang lebih empat tahun masa studi. Ia menekankan pentingnya peran aktif nyata di tengah masyarakat. “Tugas yang lebih berat adalah mengamalkan ilmu yang sudah melekat dalam pribadi dan gelar yang telah diraih agar masyarakat tercerahkan. Dekan FDKI Nurul Fadhilah beramanat kepada seluruh peserta yudisium, Silakan berkiprah di mana pun, yang penting mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bagi yang berkesempatan melanjutkan ke jenjang magister, silahkan lanjutkan karena banyak peluang yang ditawarkan pemerintah melalui skema beasiswa dan bantuan dana pendidikan”, begitu juga pesan warek tiga Galih Pratama, memberikan arahan agar para alumni tetap memegang teguh karakteristik dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam setiap kehidupan ditengah-tengah masyarakat. Menurutnya, nilai tersebut menjadi pondasi penting atau distingsi pembeda alumni Fakultas Dakwah IUQI dengan alumni kampus lain dalam membentuk karakter dan integritas lulusan di tengah dinamika masyarakat.

Selain itu, Teddy Khumaedi mewakili dosen senior, berpesan bahwa semua mahasiswa yang dinyatakan lulus yudisium harus berbangga karena telah melewati proses panjang sejak pertama kali menjadi mahassiswa IUQI hingga pada hari ini di yudisium, tak lupa juga Teddy mengingatkan pentingnya menggaungkan cord value khas kampus IUQI selama masa studi, yakni IMAN. Nilai-nilai itu harus senantiasa dikenalkan pada masyarakat agar bisa menjadi pedoman dalam menjalankan peran sebagai sarjana sosial di berbagai bidang. Terus bergerak dan berkiprah ditengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai Aswaja ke mana pun dan di mana pun kalian berada,

Dari total 50 mahasiswa (prodi KPI dan MD) yang mengikuti sidang munaqosyah, ada beberapa mahasiswa yang memilih judul skripsi berkaitan dengan isu politik, framming media digital, etika komunikasi di media digital, dan judul lainnya terkait dakwah digital, Manajemen Dakwah, Pesan Dakwah, serta komunikasi kelompok. Hal ini membuktikan bahwa kajian politik dan isu media masih relate untuk terus diteliti oleh mahasiswa prodi KPI dan Komunikasi, bahkan ada dua mahasiswa KPI yang secara semangat memilih judul skripsi terkait gaya komunikasi pejabat negara di ruang publik, dan etika nitizen terhadap kritik komunikasi pejabat negara.

Baca Juga:  IPB University dan Universitas Pakuan Gelar Konferensi Internasional Komunikasi Pembangunan

Yang lebih menarik sekaligus mengharukan lagi, bahwa ternyata di Prodi KPI ada dua mahasiswa yang selama kuliah mereka berjuang mencari tambahan untuk biaya kuliah rela menjadi ojeg online (ojol) di dua oeparator berbeda, tapi akhirnya usaha dan perjuangan kedua mahasiswa tersebut terbayar lunas dengan hasil yang diraihnya yakni mereka dinyatakan lulus sidang munaqosyah dan berhak menyandang gelar sarjana, semoga kisah perjuangan kedua mahasiswa tersebut bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun bahwa kuliah bukan sekedar angan-angan tapi cita-cita yang bisa diraih siapa pun dengan kondisi dan profesi apa pun tanpa melihat latar belakang profesi.(Ted)

Baca Juga:  Kuliah Umum Pascasarjana IPB, Arahkan Mahasiswa jadi Penggerak Sain

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  INAIS Bogor Lantik Wakil Rektor dan Pejabat Struktural, Perkuat Kelembagaan

Berita Terkait

Kenapa harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu
Kuliah Umum INAIS Hadirkan Hariyadi Sukamdani Bahas Shariahpreneurship di Era Digital
UIB dan UIKA Bogor Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Penandatanganan MoU
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
INAIS Bekali Mahasiswa Baru dengan Budaya Akademik dan Kewirausahaan
IKA INAIS Gelar Silaturahmi Alumni, Perkuat Sinergi demi Kemajuan Almamater
Tiga Mahasiswa KPI UIB Jalani Magang di Portal Berita BinaNews.ID
Sidang Tesis MKPI UIKA Bogor: Syamsul Teliti Peran Komunikasi Persuasif Terhadap Prestasi Akademik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Kenapa harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Kuliah Umum INAIS Hadirkan Hariyadi Sukamdani Bahas Shariahpreneurship di Era Digital

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:15 WIB

UIB dan UIKA Bogor Perkuat Sinergi Pendidikan melalui Penandatanganan MoU

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:35 WIB

INAIS Bekali Mahasiswa Baru dengan Budaya Akademik dan Kewirausahaan

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB