Standar Baru Sertifikasi Halal, Menag: Tak Hanya Halalan, Tapi Juga Thayyiban

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa produksi makanan dan minuman yang siap saji (Ready to Eat/RTE) beserta produk olahannya menerapkan standar baru dalam sertifikasi halal, yakni juga harus Thayyiban (baik, bersih, sehat, bergizi, bermanfaat, dan tidak membahayakan), agar benar-benar aman bagi tubuh dan jiwa.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, konsep ini menggabungkan aspek hukum agama (halal) dengan aspek kualitas kesehatan (thayyib). Artinya, sebuah produk tidak hanya memenuhi syarat syariah, tetapi juga harus bergizi, aman dari bahan kimia berbahaya, bersih dalam proses produksi, dan layak dikonsumsi secara medis.

Hal ini ia sampaikan saat menyampaikan sambutannya dalam peringatan HUT Ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Rabu (28/1/26).

Baca Juga:  Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pergi dari Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kesempurnaan kehalalan itu adalah halalan thayyiban. Ini akan mendorong riset di bidang farmasi untuk menemukan inovasi baru yang menjamin keamanan masyarakat,” ujar Menag.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan BPOM untuk mengawal konsep halalan thayyiban. Sebab, penerapan standar thayyib di Indonesia menjadi sangat krusial karena standar halal nasional ingin menjamin perlindungan konsumen secara menyeluruh.

Dengan memastikan produk juga bersifat thayyib, pemerintah melindungi masyarakat dari potensi penyakit atau dampak negatif jangka panjang akibat pangan atau obat-obatan yang meskipun secara bahan baku halal, namun diolah dengan cara yang tidak higienis atau mengandung zat tambahan yang merusak kesehatan.

Baca Juga:  Bersama UQI Farm, Memilih Hewan Kurban Terbaik untuk Kebaikan

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi pemimpin pasar global. Kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk halal menciptakan permintaan domestik yang stabil sekaligus menjadi standar kualitas yang diakui secara internasional.

Potensi besar ini didukung oleh keberagaman bahan baku alam lokal yang melimpah, mulai dari rempah-rempah hingga sumber daya laut yang bisa diolah menjadi bahan baku industri halal global. Selain itu, meningkatnya kesadaran gaya hidup halal (halal lifestyle) di kalangan generasi muda mendorong munculnya berbagai inovasi produk kosmetik, obat-obatan, hingga fesyen yang selaras dengan prinsip syariah.

Lebih jauh lagi, pemerintah terus memberikan keberpihakan nyata bagi pelaku usaha melalui program Sertifikat Halal Gratis (Sehati). Sepanjang 2025, program ini sukses menerbitkan 1.140.015 sertifikat halal bagi UMKM, melampaui target awal sebesar 114 persen. Komitmen ini akan berlanjut di tahun 2026 dengan peningkatan kuota subsidi melalui APBN menjadi 1,35 juta sertifikasi.

Baca Juga:  Dunia Digital dan Konten Kreator, Prospek Peluang Karier Generasi Z

Menag menegaskan bahwa manfaat industri halal bersifat universal. Produk halal bukan sekadar label keagamaan, melainkan prinsip jaminan mutu, kebersihan, dan keamanan yang bisa dinikmati oleh semua komunitas tanpa memandang agama. Sinergi antara BPJPH, MUI, dan BPOM memastikan bahwa proses sertifikasi tetap menjaga integritas substantif untuk menghindari kecurangan yang dapat merugikan hak-hak konsumen di era digital yang semakin kompleks.

Berita Terkait

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan
Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal
UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal
Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg
Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award
RZ Tour Berangkatkan 200 Jamaah Umrah dalam Dua Kloter di Bulan Juli 
Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pergi dari Indonesia
RUPS Rawabi Zamzam Tour Bertema Menguatkan Komitmen Melayani Umat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Beragam Potensi Kota Bogor Jadi Ruang Belajar Bagi Calon Wirausahawan

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Dua Konten Kreator Nikmati Sensasi Durian Cengal di Lapak Kang Jenal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:26 WIB

UMK di Sekitar Masjid Punya Peran Strategis Kembangkan Ekonomi Halal

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:30 WIB

Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:30 WIB

Bank Syariah Amanah Ummah Raih Excellence in Sustainable Empowerment Award

Berita Terbaru

Pendidikan

Pemkot Bogor akan Pindahkan Sekolah Rakyat di Kawasan Rancamaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:49 WIB

Pemerintah

Guru PAUD Kota Bogor dapat Kesejahteraan dan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:36 WIB