Sebelum Minum Probiotik, Prof Lilis dari IPB Ingatkan Ini!

Bisyral

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Minuman probiotik kerap dianggap selalu membuat kita sehat. Namun, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University Bogor, Prof. Lilis Nuraida, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya dengan klaim pada kemasan.

Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan warga Bogor, sebelum membeli minuman probiotik untuk sehat, yakni kandungan gula, jenis mikroorganisme, dan jumlah probiotik dalam produk.

Baca Juga:  Cara Membedakan Influenza A dengan Flu Biasa

Menurut Prof. Lilis, minuman probiotik atau kandungannya, merupakan mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, probiotik tidak membutuhkan gula sederhana untuk bekerja di saluran pencernaan. Gula dalam minuman probiotik umumnya hanya berfungsi sebagai penambah rasa.

Karena itu, konsumen disarankan mencermati kadar gula pada label agar tidak melebihi batas konsumsi harian.

Baca Juga:  AI Membantu atau Membunuh Kecerdasan Seseorang?

Prof. Lilis juga menjelaskan perbedaan antara probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup, sedangkan prebiotik merupakan serat pangan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Jika keduanya terdapat dalam satu produk, maka disebut pangan sinbiotik.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk membaca informasi pada kemasan, termasuk jenis dan galur mikroorganisme serta jumlah sel hidup yang terkandung. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, konsumsi probiotik sebaiknya mencapai sekitar 100 juta hingga 1 miliar sel hidup.

Baca Juga:  Dedie Rachim Raih Penghargaan Kemendagri Bidang Lingkungan

Meski demikian, menjaga kesehatan usus tidak cukup hanya dengan mengonsumsi minuman probiotik.

Pola makan bergizi seimbang yang kaya buah, sayuran, umbi-umbian, dan serealia utuh, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Berita Terkait

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui
Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya
Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar
Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI
Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?
Manusia Pernah Ngebor Bumi sedalam 12 Km, Ini yang Ditemukan
1.076 Anak Tidak Sekolah Terdeteksi di Kota Bogor, Ini yang Diungkap Data JAPATI
Daun Kelor Bermanfaat untuk Redakan Stres Korban Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Berapa Batas Konsumsi SKM Sehari? Ini Hitungan Porsi yang Perlu Diketahui

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pangkas BB 32 Kg Cuma dengan Kentang Kukus? Ini Penjelasannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Apakah Penggunaan AC Bisa Cegah Kematian Akibat Panas Ekstrem? Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 11:29 WIB

Pelihara Ayam di Tengah Musim Influenza A, Perlukah Waspada? Ini Pesan Kemenkes RI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Ngopi Tiap Hari, Apa Efeknya Pada Tekanan Darah?

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB