Pria Tewas Tertemper KRL di Perlintasan Sholeh Iskandar

Bisyral

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jumat 26 Juni 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.

Peristiwa nahas tersebut mengundang perhatian warga dan sempat mengganggu aktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bersama pihak terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jasad korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga proses evakuasi berlangsung, arus warga di sekitar lokasi sempat tersendat akibat banyaknya masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diduga telah berada di kawasan rel sejak sehari sebelum kejadian.

Baca Juga:  Polisi Dalami Info Soal Tramadol Dipasok ke Massa Aksi di Jakarta

Warga bahkan mengaku melihat korban mondar-mandir di sekitar jalur rel sebelum akhirnya tertemper KRL.

Salah seorang warga, Altaf (21), mengatakan dirinya mengetahui adanya peristiwa tersebut setelah mendapat kabar dari saudaranya sekitar pukul 11.00 WIB. Ia kemudian langsung menuju lokasi kejadian.

“Jam 11.00 saya dikasih tahu sama saudara. Saya lagi duduk di kantor di Jalan Baru, terus langsung ke TKP. Pas saya sampai, korban sudah terkapar, sudah kaku. Kemungkinan sudah cukup lama,” ujar Altaf.

Saat proses identifikasi berlangsung, Altaf menyebut petugas sempat mencari identitas korban dari barang-barang yang ditemukan di lokasi.

Baca Juga:  Viral Patung Mirip Firaun di Gunung Salak, Dari Mana Asalnya?

“Petugas KCI sempat meminta saya melihat apakah ada identitas di barang korban.

Pas diperiksa, awalnya cuma ada rokok. Setelah dibuka STNK yang ditemukan, akhirnya ada identitas korban,” katanya.

Menurut Altaf berdasarkan informasi dari pedagang di sekitar lokasi, korban diketahui telah mondar-mandir di kawasan rel sejak sehari sebelumnya dan bahkan sempat diperingatkan agar tidak berada di area tersebut.

“Katanya dari kemarin korban sudah mondar-mandir di Jalan Baru, bolak-balik pinggir rel.

Sudah ditegur sama tukang piscok sama tukang Es kopi keliling, karena di situ memang bukan jalan untuk lewat,” ungkapnya.

Ia juga menilai perlintasan tersebut memang kerap terjadi kecelakaan.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Integrasi Fasilitas Pendidikan dan Bantuan Siswa

Menurutnya, selain karena lokasi bukan diperuntukkan sebagai jalur penyeberangan, faktor kurangnya kewaspadaan pejalan kaki juga menjadi penyebab utama.

“Memang sering terjadi. Rel itu bukan untuk penyeberang jalan.

Kemungkinan ada pejalan kaki yang tidak mendengar, tidak fokus, atau kurang teliti saat melintasi rel, sehingga terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Masyarakat diperingatkan untuk tidak melintasi jalur rel kereta di luar perlintasan resmi, serta selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan saat berada di sekitar lintasan kereta api.

Berita Terkait

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan
Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga
Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang
Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya
Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Bogor Bagikan Masker dan Edukasi Warga
Di Balik Senyum Ibu Mimin, Tersimpan Perjuangan yang Panjang
Sopir Angkot Gelar Unjuk Rasa di Balaikota Bogor, Berikut Tuntutannya

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:19 WIB

Enam Tahun Terbaring, Bocah Sirnarasa Butuh Pendampingan

Jumat, 11 September 2026 - 13:38 WIB

Pemkot Bogor Intensifkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga

Jumat, 11 September 2026 - 10:08 WIB

Hujan Guyur Sukabumi setelah Kemarau Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 14:20 WIB

Kebakaran Galuga Bukan dari Sampah Aktif, Ini Penjelasannya

Rabu, 9 September 2026 - 14:19 WIB

Maulid Nabi dan Haul Akbar ke-96, Kramat Empang Bogor Dipadati Ribuan Jamaah

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB