Binanews.id | Bogor – Warga mengeluhkan sering terjadinya insiden pengendara motor terjatuh di ruas Jalan Raya Jambu KM 31, tepatnya di depan Masjid Al-Karomah, Kampung Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor Barat.
Lokasi tersebut disebut rawan kecelakaan tunggal, terutama bagi pengendara motor yang melintas di area tikungan dengan kondisi jalan yang relatif miring dan pandangan terbatas dari dua arah.
Neneng, warga sekitar, mengatakan insiden motor jatuh di titik tersebut sudah cukup sering terjadi. Bahkan, menurutnya, kecelakaan kembali terjadi pada Rabu (20/5/2026) dan dialami pengendara yang jatuh sendiri saat melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi ini kan jalannya miring. Kalau mau nyalip suka tanggung. Tadi barusan juga ada abang jatuh sendiri,” ujar Neneng saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, kecelakaan di kawasan tersebut mayoritas melibatkan sepeda motor dan jarang menimbulkan korban berat. Meski demikian, frekuensi kejadian dinilai cukup mengkhawatirkan bagi warga sekitar.
“Setiap bulannya hampir minimal pasti ada tiga kali insiden. Paling banyak memang motor jatuh sendiri. Kalau mobil jarang,” tambahnya.
Menurut Neneng, salah satu faktor yang membuat lokasi tersebut rawan kecelakaan adalah tikungan tajam dengan visibilitas terbatas. Ia berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk memasang cermin tikungan atau kaca cembung jalan agar pengendara dari dua arah dapat saling melihat kendaraan yang melintas.
“Harusnya di sisi tikungan tajam itu dikasih cermin jalan supaya kendaraan dari arah berlawanan bisa kelihatan. Jadi yang dari sana tahu kondisi sebelah sini, begitu juga sebaliknya,” katanya.
Warga sekitar berharap adanya langkah antisipasi dari pemerintah maupun instansi terkait guna meminimalisasi potensi kecelakaan di kawasan tersebut. Selain pemasangan cermin tikungan, warga juga menilai perlunya evaluasi kondisi permukaan jalan serta penambahan rambu peringatan bagi pengendara.
Kawasan Jalan Raya Jambu sendiri diketahui menjadi jalur yang cukup aktif dilalui masyarakat sekitar, termasuk akses menuju lingkungan pesantren dan permukiman warga di wilayah Leuwisadeng dan sekitarnya.
Dengan kondisi tikungan yang dinilai cukup berisiko, masyarakat berharap upaya pencegahan dapat segera dilakukan sebelum terjadi insiden yang lebih serius di kemudian hari.









