Binanews.id | Bogor – Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa perguruan tinggi Islam. Moh Fadhli Romadhon, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, berhasil menjadi bagian dari delegasi PT Ambisku Inspirasi Indonesia dalam ajang Startup World Cup Finance 2026 dan turut membawa perusahaan tersebut masuk dalam 10 besar startup terbaik pada kategori World AI Show | Finance 2026 | Indonesia.
Kompetisi berskala internasional tersebut digelar di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City pada 8 Juli 2026. Ajang ini mempertemukan berbagai startup potensial dari Indonesia untuk berkompetisi di hadapan para pelaku industri dan investor, sekaligus memperebutkan kesempatan menuju tahap internasional di San Francisco, Amerika Serikat.
Bagi Fadhli, keterlibatan dalam kompetisi tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan. Pasalnya, ia tidak berasal dari latar belakang teknologi atau bisnis secara formal. Sebagai mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, ia justru membawa kompetensi komunikasi, public speaking, digital marketing, dan kemampuan membangun relasi ke dalam ekosistem startup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fadhli sendiri merupakan bagian dari PT Ambisku Inspirasi Indonesia, sebuah startup di bidang pendidikan yang mengembangkan ekosistem pembelajaran digital melalui Learning Management System (LMS) serta berbagai program pengembangan keterampilan bagi generasi muda.
Keikutsertaannya dalam Startup World Cup Finance 2026 menjadi salah satu momentum yang mempertemukan dua dunia yang selama ini ia tekuni: komunikasi dan entrepreneurship.
“Bagi saya, ini bukan hanya tentang masuk 10 besar. Saya melihat pengalaman ini sebagai pembuktian bahwa mahasiswa KPI juga memiliki ruang yang luas untuk berkembang di luar bidang yang selama ini dianggap sebagai jalur utama komunikasi,” ujar Fadhli.
Menurutnya, ilmu komunikasi tidak berhenti pada kemampuan berbicara di depan publik. Justru, kemampuan memahami audiens, menyampaikan gagasan, membangun kepercayaan, melakukan negosiasi, hingga mengomunikasikan sebuah inovasi menjadi bagian penting dalam membangun sebuah startup.
“Di dunia startup, kita tidak cukup hanya punya ide yang bagus. Kita harus mampu menjelaskan mengapa ide itu penting, siapa yang membutuhkan, dan bagaimana ide tersebut bisa memberikan dampak. Di situlah saya merasa ilmu komunikasi yang saya pelajari memiliki relevansi yang sangat besar,” lanjutnya.
Bersama tim PT Ambisku Inspirasi Indonesia, Fadhli ikut merasakan atmosfer kompetisi yang mempertemukan berbagai inovasi dan startup potensial dari Indonesia. Setelah melalui proses kompetisi, Ambisku berhasil masuk dalam jajaran Top 10 startup pada kategori World AI Show | Finance 2026 | Indonesia.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan seorang mahasiswa tidak harus terbatas pada ruang kelas maupun bidang studi yang sedang ditempuh. Bagi Fadhli, justru pertemuan antara ilmu komunikasi, teknologi, entrepreneurship, dan pengalaman organisasi menjadi bekal untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.
“Kadang kita terlalu sibuk bertanya apakah jurusan kita sesuai dengan cita-cita kita. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana kita menggunakan apa yang kita pelajari untuk mendekatkan diri pada cita-cita tersebut,” ungkapnya.
Perjalanan Fadhli juga menjadi gambaran bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi Islam memiliki peluang yang sama untuk mengambil bagian dalam perkembangan dunia teknologi dan entrepreneurship.
Baginya, menjadi mahasiswa KPI bukan sekadar belajar bagaimana menyampaikan pesan, tetapi juga belajar bagaimana membuat pesan memiliki makna, membangun koneksi, dan menggerakkan orang untuk menciptakan perubahan.
Keberhasilan masuk Top 10 Startup World Cup Finance 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian personal maupun perusahaan. Fadhli berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman, mengeksplorasi berbagai bidang, serta membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas untuk menciptakan prestasi.
Sebab, terkadang panggung terbesar tidak menunggu mereka yang paling sempurna. Panggung itu justru datang kepada mereka yang berani melangkah lebih dulu.[]
Editor : Fathurroji









