Binanews.id | Bogor–Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa 05 (KKM 05) Desa Bojong Rangkas Universitas Islam Bogor – Institut Ummul Quro Al Islami Bogor menggelar kegiatan “Workshop Edukasi Pemilahan Sampah” di SDN Bojong Rangkas 01.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2026 ini diikuti dengan antusias oleh para siswa SDN Bojong Rangkas 01. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya membuang sampah sesuai dengan jenisnya dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Acara dimulai dengan sesi edukasi interaktif. Tim KKM 05 menyampaikan materi mengenai jenis-jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan B3, serta tempat pembuangannya masing-masing. Para siswa diajarkan bahwa membuang sampah tidak boleh sembarangan karena dapat berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Bersama-sama, mahasiswa KKM dan para siswa membuat tempat sampah pemilahan secara sederhana. Anak-anak diajak untuk menghias dan memberi label pada tempat sampah sesuai dengan jenisnya. Setelah itu, mereka langsung mempraktikkan cara membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan kategori yang telah diajarkan.
Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat. Para siswa terlihat sangat bersemangat saat bertanya, menjawab kuis, dan saat praktik memilah sampah. Mereka juga sangat bangga ketika melihat hasil karya tempat sampah yang mereka buat bersama.
“Melalui workshop ini kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak kecil. Kalau dari sekarang anak-anak sudah terbiasa memilah sampah, insyaAllah ke depan Desa Bojong Rangkas akan menjadi desa yang lebih bersih dan sehat. Ini bukan hanya tugas orang dewasa, tapi tugas kita bersama,” ujar perwakilan KKM 05 Desa Bojong Rangkas.
Dengan adanya Workshop Edukasi Pemilahan Sampah ini, KKM 05 Desa Bojong Rangkas berharap dapat membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap kebersihan. Kegiatan sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah dan desa yang bersih, asri, serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
Editor : Fathurroji









