Kirab Bendera 500 Meter Meriahkan FMP ke-11 Kota Bogor

Bisyral

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Bogor- Ribuan warga Kota Bogor tumpah ruah mengikuti rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11 Tahun 2026

Agenda utama FMP tahun ini adalah Kirab Bendera Merah Putih yang membentang sepanjang 500 meter. Kirab dimulai dari Tugu Kujang, kemudian melintasi Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, hingga berakhir di kawasan Pusdikzi, Kota Bogor.

Kirab tersebut terdiri atas lima bendera Merah Putih yang masing-masing memiliki panjang 100 meter. Lima rangkaian bendera itu menjadi simbol nilai-nilai Pancasila sekaligus menggambarkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa penyelenggaraan FMP yang kini memasuki tahun ke-11 telah berkembang menjadi tradisi yang terus menjaga semangat nasionalisme masyarakat.

“Yang pertama, ini tradisi yang sudah dibangun dari Bogor dan sudah berlangsung yang ke-11 kali. Ini meneguhkan komitmen kita semua, warga Bogor, untuk selalu membangkitkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan tentu saja terus membangun kecintaan kepada Tanah Air dan bangsa,” ujar Dedie Rachim.

Menurutnya rangkaian kegiatan FMP tahun ini berlangsung cukup padat. Sejak pagi hingga sore, berbagai kegiatan digelar dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk dalam prosesi pengibaran dan penurunan bendera.

Baca Juga:  Tesis, Antitesis dan Sintesis

Ia juga berharap FMP dapat terus menjadi ruang yang mempererat hubungan antarwarga Kota Bogor.

“Insyaallah menjadi suatu perekat bagi warga Kota Bogor untuk terus sayang dan cinta kepada Tanah Air dan bangsa,” ucapnya.

Dedie juga menyebut FMP merupakan warisan dari para tokoh Bogor yang sejak awal memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Karena itu semangat tersebut tidak boleh berhenti pada satu generasi. Nilai kebangsaan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus yang harus kita wariskan nilai-nilai kebangsaan ini,” ucapnya.

Tak hanya soal nasionalisme, Dedie juga melihat keberadaan FMP juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah membuat kawasan Kota Bogor semakin ramai.

Masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, ikut berbaur dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Mulai dari anak kecil, pelajar, perguruan tinggi berbaur menjadi satu bersama masyarakat dari berbagai kalangan.

Semuanya terlihat bergembira dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Ini juga ternyata memiliki dampak ekonomi,” jelasnya.

Menurut Dedie adanya sejumlah tamu dari luar daerah juga hadir dalam FMP ke-11. Mereka antara lain datang dari Bandung, Samarinda hingga Medan.

Baca Juga:  Mendiktisaintek Minta Rektor Tidak Banyak Buat Prodi, Ini Alasannya

“Insyaallah ini juga akan menggerakkan ekonomi,” tambahnya.

FMP ke-11 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu yang paling menonjol adalah kirab lima bendera Merah Putih dengan total panjang mencapai 500 meter.

Rangkaian tersebut melibatkan sekitar 3.200 panitia, belum termasuk masyarakat yang ikut memenuhi ruas jalan sepanjang jalur kirab.

“FMP yang ke-11 ini spesial, karena ada lima rangkaian bendera, satu bendera panjangnya 100 meter. Panitia saja kurang lebih 3.200 orang, di luar masyarakat yang ikut serta tumpah ruah ke jalan.

Jadi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaiannya lebih panjang,” ungkap Dedie.

Herman Suryatman Apresiasi FMP ke-11

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan FMP ke-11.

Ia juga menyampaikan bahwa penghargaan kepada Pemerintah Kota Bogor dan panitia yang telah mempertahankan penyelenggaraan Festival Merah Putih hingga memasuki tahun ke-11.

“Atas nama Gubernur Jawa Barat, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bogor dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan keren bernama Festival Merah Putih yang ke-11,” ujar Herman.

Baca Juga:  Bukan Karena Malas, Kepala Perpusnas Ungkap Penyebab Minat Baca Indonesia

Herman menilai FMP bukan sekadar kegiatan seremonial untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, kirab bendera dinilai menjadi cara untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

“Ini luar biasa, karena bukan hanya simbolik, tapi bagaimana kita mengkirabkan spirit perjuangan yang sudah dilakukan para pendahulu kita dulu hingga bangsa ini merdeka,” katanya.

Jika dahulu para pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan, kata Herman, generasi saat ini memiliki tugas berbeda, yakni mengisi kemerdekaan.

Namun, semangat perjuangan tersebut harus tetap dipertahankan.

“Kalau dulu pahlawan merebut kemerdekaan, maka sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan. Tetapi spiritnya harus sama, representasinya merah putih, spirit perjuangan, pantang menyerah untuk bertaruh. Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan,” ungkapnya.

Menurut Herman, semangat perjuangan pada masa kini harus diterjemahkan dalam pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Tantangannya antara lain menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan.

Hal tersebut, kata dia, menjadi bagian dari fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini menjadi konsen Gubernur Jawa Barat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Jawa Barat istimewa,” ucapnya.

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara
Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik
Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola
Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor
Pemkab Bogor Perkuat Peran Bunda PAUD Tingkatkan Akses Pendidikan Anak
Waste Station Rekosistem, Perkuat Ekosistem Persampahan dari Hulu Ke Hilir

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Setahun Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Rusak, Dishub Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan 1.189 Guru PAUD, Beasiswa 60 Pendidik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Kejar Target Kurikulum atau Ciptakan Sekolah Bebas Kekerasan, Mana yang Lebih Penting?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Jabar Sosialisasikan Program Jabar Sakola

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wali Kota Bogor Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB