Binanews.id | Bogor — Keberanian untuk keluar dari zona nyaman membawa Ira Oktovi Mulyani pada pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mahasiswi Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor itu berhasil meraih gelar Winner 1 Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat setelah mengikuti ajang yang mempertemukan 25 peserta dari berbagai daerah dan perguruan tinggi.
Ira Oktovi Mulyani lahir pada 18 Oktober 2003. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.
Pendidikan dasar Ira ditempuh di SDN Leuwiliang 1 dan SMPN Leuwiliang 1. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke MA Al-Aulia sambil mondok. Pendidikan tingginya kemudian dilanjutkan di IUQI.
Saat menempuh pendidikan menengah, Ira mengambil jurusan MIPA dan sempat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Cibungbulang.
Keputusannya melanjutkan kuliah di IUQI tidak terlepas dari keinginan orang tua agar Ira tetap berada dekat dengan keluarga. Orang tuanya belum mengizinkan Ira untuk melanjutkan studi jauh dari rumah karena masih membutuhkan keberadaannya.
Namun, berada dekat dengan keluarga tidak membuat Ira berhenti berkembang. Ia justru menemukan lingkungan kampus yang menurutnya nyaman dan mendukung proses pengembangan dirinya.
Menariknya, perjalanan Ira menuju ajang Puteri Muslimah Nusantara bermula dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman. Sebelumnya, ia mengaku tidak pernah aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, ia ingin melatih kemampuan berbicara di depan umum sekaligus membangun keberanian untuk tampil.
“Ini sebagai awal saya keluar dari zona nyaman. Saya ingin melatih public speaking dan keberanian tampil di depan,” ujar Ira.
Di lingkungan yang baru, Ira bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam public speaking. Pertemuan tersebut membuatnya semakin tertarik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan keberanian tampil.
Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk mencoba tantangan yang lebih besar. Ira kemudian memberanikan diri mengikuti ajang Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat.
Kompetisi tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan, di antaranya berasal dari Cirebon, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Mercu Buana, dan Horizon.
Di tengah persaingan tersebut, Ira berhasil meraih posisi Winner 1 Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat. Pencapaian itu menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus membuktikan kepada dirinya bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
Ira mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya berhasil meraih gelar tersebut. Baginya, pengalaman itu memberikan pelajaran bahwa seseorang terkadang memiliki potensi yang lebih besar daripada yang ia pikirkan.
“Sedikit tidak percaya. Saya ingat sekali bahwa kita itu berharga, tidak seperti yang kita pikirkan. Kita tidak akan tahu kalau kita tidak mencoba,” ungkapnya.
Menurut Ira, ketakutan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Ia sendiri sempat merasa takut ketika pertama kali mencoba tampil dan mengikuti kompetisi. Namun, dari proses tersebut ia belajar bahwa seseorang tidak harus menunggu dirinya sempurna untuk berani maju.
“Belajar untuk maju tidak harus sempurna dulu, tetapi hanya perlu keberanian. Karena keberanian itu hal yang wajar. Itu bentuk bahwa kita sedang bertumbuh,” katanya.
Bagi Ira, pengalaman tersebut juga menjadi refleksi bagi generasi muda. Menurutnya, sebagian anak muda terkadang lebih berfokus pada hasil akhir tanpa memberikan perhatian yang cukup terhadap proses yang harus dilalui.
Ia mendorong anak muda untuk memanfaatkan masa mudanya dengan mencoba berbagai hal, memperluas pengalaman, dan tidak terlalu takut mengalami kegagalan.
“Anak muda itu lebih melihat hasilnya dulu tanpa perlu berproses. Jadi, anak muda harus keluar dari zona nyaman, eksplor seluas-luasnya karena masih muda. Kita masih punya jatah banyak gagal,” tuturnya.
Bagi Ira, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Justru, keberanian muncul ketika seseorang tetap memilih untuk melangkah meskipun rasa takut masih ada.
Karena itu, ia berpesan kepada generasi muda agar tidak menunggu rasa takut hilang sebelum memulai sesuatu.
“Jangan menunggu rasa takut itu hilang, tetapi belajar berjalan bersamanya. Tetap maju walaupun masih takut,” pesan Ira.
Editor : Fathurroji









