Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Fisika Internasional 2026

Tim Redaksi

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Binanews.id | Jakarta–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di tingkat dunia. Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 yang berlangsung di Bucaramanga, Kolombia.

Capaian tersebut menjadi lompatan penting dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Indonesia meraih tiga medali perunggu dan dua honorable mention. Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan talenta sains yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah hingga pelatihan nasional semakin membuahkan hasil.

Kepulangan lima pelajar terbaik Indonesia disambut langsung oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, bersama Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyambutan tersebut, Mariman Darto menyampaikan apresiasi pemerintah atas perjuangan para delegasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

”Bapak Menteri secara khusus menitipkan salam dan ucapan terima kasih banyak. Beliau memberikan atensi yang begitu besar kepada para murid kita yang telah berjuang di ajang International Physics Olympiad ini,” ujar Mariman dilansir Kemendikdasmen.

Baca Juga:  Energi Positif Guru Piket MAN 2 Bogor Sambut Siswa di Pagi Hari

Menurutnya, prestasi di bidang sains tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang mampu menjadi peneliti, inovator, dan pemimpin masa depan.

Kemendikdasmen juga menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan para peraih prestasi melalui berbagai bentuk apresiasi, termasuk peluang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik.

Pembinaan Talenta Jadi Kunci Prestasi

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa peningkatan prestasi Indonesia merupakan hasil dari sistem pembinaan talenta yang dilakukan secara berkesinambungan.

”Melalui pengembangan potensi yang terus ditingkatkan, anak-anak akan mendapatkan manfaat nyata seperti Beasiswa Talenta Indonesia agar karier belajar mereka tetap terjamin,” jelas Irene.

Program pembinaan tersebut dimulai sejak tingkat sekolah, berlanjut ke seleksi nasional, hingga Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi internasional.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter, daya juang, dan kemampuan berpikir kritis para peserta.

Belajar Menghadapi Tantangan Global

Keberhasilan di IPhO 2026 tidak diraih dengan mudah. Para peserta harus menghadapi perjalanan panjang menuju Kolombia, perbedaan waktu hingga 12 jam, serta tekanan kompetisi yang mempertemukan pelajar terbaik dari berbagai negara.

Peraih medali emas, Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri selama mengikuti kompetisi.

Baca Juga:  Berhati-hati dengan Cinta

Sementara itu, Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMAK Kesatuan Bangsa Yogyakarta tetap bersyukur atas medali perak yang diraihnya.

”Target saya sebenarnya ingin dapat emas, tapi karena ada beberapa hal yang terjadi saat tes, akhirnya saya mendapatkan perak. Namun, saya telah memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Abhika.

Rasa syukur juga disampaikan Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta yang menjalani debut di ajang internasional.

”Karena ini kali pertama bagi saya, mendapatkan medali apa pun sudah sangat baik, dan saya sangat bersyukur bisa meraih medali perak ini,” tuturnya.

Bagi Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, setiap pengalaman dalam kompetisi memiliki makna penting.

”Secara ideal kita ingin memberikan yang terbaik, namun membawa pulang medali apa pun adalah sebuah hikmah besar bagi kami,” jelas Arrow.

Hal serupa disampaikan Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel Pontianak yang menekankan pentingnya menerima hasil dengan lapang dada.

”Jujur target saya emas, namun karena ada duka dan kendala saat tes, saya meraih perunggu. Meski begitu, apa pun hasil yang kita dapatkan harus tetap disyukuri sebagai pencapaian bersama,” pungkas Juan.

Mental Juara Sama Pentingnya dengan Kecerdasan

Keberhasilan tim Indonesia juga mendapat apresiasi dari para pembina yang mendampingi selama kompetisi.

Baca Juga:  Pendaftaran Sekolah Maung di Kota Bogor Dibuka 25 Mei

Budhy Kurniawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menilai kemampuan intelektual pelajar Indonesia tidak kalah dibandingkan peserta dari negara lain. Tantangan terbesar justru terletak pada kesiapan mental dan kestabilan emosi selama bertanding.

”Secara intelegensia, murid kita tidak kalah dengan negara lain. Yang kami pupuk terus adalah kestabilan emosi dan jiwa pemenang agar mereka tetap percaya diri menghadapi delegasi lain yang secara fisik mungkin lebih besar,” ujar Budi.

Pandangan serupa disampaikan Getbogi Hikmawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya, keberhasilan Indonesia tidak hanya lahir dari kemampuan individu para peserta, tetapi juga dari sistem pendampingan yang terus berkembang.

”Prestasi ini naik bukan hanya karena potensi anak-anak, tetapi juga bagaimana kita mengelola pola pendampingan yang mendorong mereka terus berkembang,” pungkas Getbogi.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Keberhasilan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan, pembinaan talenta, dan pengembangan karakter mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan di tingkat global.

Melalui Pusat Prestasi Nasional, Kemendikdasmen berkomitmen memperkuat ekosistem manajemen talenta nasional agar semakin banyak pelajar Indonesia yang mampu bersaing di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai ilmu pengetahuan, terus belajar, dan berani berkompetisi di kancah internasional.[]

Editor : Fathurroji

Berita Terkait

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi
Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor
Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026
Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin
Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027
Jangan Sepelekan Ijazah SMA, Dokumen Ini Bisa Perluas Peluang Karier
Ditjen Pesantren Gandeng Kemnaker Buka Akses Pelatihan Vokasi bagi Santri
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bedah Buku “Pendidikan Islam Holistik” bersama Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi di UQI Bogor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Revitalisasi Sekolah di Kota Metro Capai 50 Persen, Target Akhir 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemkab Bogor Catat Indeks Integritas Pendidikan Daerah Naik Empat Poin

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bakal Kembali Diterapkan Mulai 2027

Berita Terbaru

Pendidikan

36 Sekolah di Kota Bogor dapat Dukungan Revitalisasi

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:48 WIB

Nasional

Rektor IPB Ditunjuk Presiden Jadi Wakil Menteri Pertanian

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:44 WIB