Binanews.id | Bogor — Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi momentum bagi kalangan pemuda untuk tidak hanya merayakan sejarah daerah, tetapi juga menawarkan gagasan bagi masa depan Kabupaten Bogor.
Semangat tersebut ditunjukkan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bogor melalui peluncuran buku Pemuda Negarawan Menata Bogor Istimewa dalam rangkaian Simposium Kebangsaan dan Tasyakur Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94 yang digelar di Cibinong, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, bersama sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan kader Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Hanif menilai peluncuran buku tersebut menjadi bukti bahwa pemuda tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan strategis bagi pembangunan daerah.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai negarawan yang memiliki visi, gagasan, dan tanggung jawab terhadap masa depan daerahnya,” ujar Hanif.
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki posisi yang sangat penting dalam kawasan metropolitan Jabodetabek karena berperan sebagai wilayah penyangga sekaligus daerah hulu yang menopang kehidupan jutaan masyarakat.
Karena itu, pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian terhadap persoalan daerah.
Hanif juga mengapresiasi penyelenggaraan Simposium Kebangsaan yang dinilai mampu menghadirkan ruang diskusi berbasis kajian dan analisis yang mendalam.
“Buku ini menjadi ruang komunikasi gagasan bagi para pemuda sekaligus bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, salah satu tim penulis buku sekaligus Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemitraan Strategis PDPM Kabupaten Bogor, Restu Kurniawan Wibawa, menegaskan bahwa peluncuran buku tersebut bukanlah akhir dari proses intelektual yang dilakukan organisasinya.
Menurut Restu, berbagai gagasan yang telah dirumuskan akan ditindaklanjuti melalui konsolidasi organisasi dan penyusunan langkah strategis yang lebih konkret.
“Buku ini tidak boleh berhenti sebagai kumpulan konsep di atas kertas. Kami ingin gagasan yang ada di dalamnya dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Buku Pemuda Negarawan Menata Bogor Istimewa memuat berbagai pandangan kader Pemuda Muhammadiyah terkait pembangunan Kabupaten Bogor dari berbagai perspektif, mulai dari lingkungan hidup, pendidikan, ekonomi, budaya, politik hingga tata kelola pemerintahan.
Melalui peluncuran buku tersebut, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus membangun tradisi berpikir kritis sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Bogor, organisasi kepemudaan itu meyakini bahwa perubahan tidak hanya lahir dari kritik, tetapi juga dari keberanian menawarkan gagasan dan mewujudkannya menjadi gerakan yang berdampak bagi masyarakat.









